SMPN 105 Jakarta Sudah Melaksanakan PTM Di Tahap Empat

SULUHNEWS.ID, JAKARTA-SMPN 105 Kembangan  Jakarta Barat dari siswa berjumlah 759  hanya 50 %  perminggu yang  mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) disekolah adapun sisanya mengikuti pembelajaran jarak jauh dirumah dengan mengikuti panduan para guru dari sekolah.

Kepala sekolah, Agus Karmono saat di wawancari awak media dari Suluhnews.id menyampaikan, PTMT di SMPN 105 ini minggu ke 2, minggu kemaren itu kelas 9 terus kelas 8 berikutnya terus ini kelas 7, Nah hari ini selasa (19/10/21) kembali ke kelas 9 lagi.

Jadi setiap minggunya hari senin kelas 9, hari rabu kelas 8, dan hari jum’at kelas 7. Untuk kelas 9 ada 39 siswa kali 7 kelas itu hanya separuhnya, jadi minggu kemaren itu nomor ganjil,sekarang nomor genap demikian juga yang kelas 8 jumlah perkelasnya 40 kali 7 rombel itu kalau jumlah normal karena ada yang kosong.Kelas 7 ada 140 siswa di bagi 7 kelas selama PTM jadi rata – rata satu kelas 20 siswa.Untuk kelas 8 dan kelas 9 satu kelasnya 18 siswa (jumlah rombel 36).

“Karena jumlah siswanya perkelas 36 jadi hanya separuh hitungannya perjejang,” kata kepsek SMP 105, Selasa (19/10/21).

Kepala Sekolah SMPN 105 Agus Karmono mengungkapkan, Alhamdulillah banget artinya PTM ini sudah dilaksanakan PTM tahap ke 4 artinya kalau kondisi ini normal kondisi covid nya landis seperti ini nanti mungkin ke depan buka lagi PTM yang ke 5 nanti insya allah mungkin semester 2 bisa semua sekolah buka.

Dalam PTM ini persiapan tentunya kami harus tetap menjaga prokes, jadi dari alur masuk kita sudah kondisikan petugas untuk mengukur suhu, dengan mencatat suhunya pada saat berangkat, pulangnya juga dicatat kembali pabila ada suhunya yang 37,3 diatas 37,3 kita harus waspadai dan dengan membawanya ke UKS serta puskesmas setempat dengan menghubungi orang tua siswa.

Selanjutnya Agus Karmono menerangkan,Guru – guru yang bekerja aktif dengan melibatkan TU tentunya, guru – guru ini tenaga pendidik dimana pagi itu guru menyiapkan materi di bantu oleh opertor, jadi ini pembelajaran blenttening itu yang 50% disekolah yang 50% lagi dirumah terkoneksi saat guru mengajar dikelas bisa disaksikan oleh siswa yang belajar dari rumah.

“Harapan saya ada PTM ini sepanjang tidak ada temuan misalnya setiap sekolah itu aman tidak ada temuan yang mencurigakan,tidak ada siswa yang terjangkit Covid-19 lagi.Dan kita harus hati-hati,harus tetap prokes karena ini akan di evaluasi ke depan bagaimana perjalanan PTM.”katanya. (Nisin)

Related posts