Gubernur Banten Dorong Perluasan PM-AAS untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Gubernur Banten Dorong Perluasan PM-AAS untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, SERANG — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya peningkatan kesejahteraan petani melalui penerapan sistem pertanian yang lebih modern. Salah satu upaya yang didorong adalah pengembangan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri panen padi menggunakan teknologi PM-AAS di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (1/9/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300250

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Serang Budi Rustandi, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Harris Syahbuddin, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Menurut Andra Soni, metode PM-AAS perlu diperluas dan diterapkan secara berkelanjutan di berbagai sentra pertanian di Provinsi Banten. Pasalnya, teknologi tersebut terbukti mampu meningkatkan hasil panen padi secara signifikan, dari rata-rata sekitar 6 ton per hektare menjadi 12,88 ton per hektare.

“Dengan menggunakan metode ini, para petani bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp49 juta per musim tanam dari setiap hektarenya. Artinya jika petani kita mempunyai lahan satu hektare saja, dengan pendapatan sebesar itu cukup sejahtera,” ujar Andra Soni.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan produktivitas dan pendapatan tersebut harus benar-benar dirasakan oleh para petani di lapangan.

Untuk memastikan hal itu, Andra Soni bahkan meminta konfirmasi langsung kepada para perwakilan kelompok tani yang hadir dalam kegiatan panen tersebut. Para petani pun membenarkan adanya peningkatan hasil panen dan pendapatan setelah menerapkan metode PM-AAS.

“Nanti saya bersama Wali Kota dan Kapolres Serang Kota akan mengecek langsung ke petaninya,” tambahnya.

Andra juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan kepada petani, khususnya dalam pengoperasian berbagai alat pertanian modern, termasuk penggunaan drone pertanian.

“Saya minta para pendamping terus mengajarkan pengoperasian sejumlah peralatan itu kepada para petani kita sampai mahir dan bersertifikat,” katanya.

Selain mendorong modernisasi pertanian, Pemerintah Provinsi Banten juga berkomitmen mempertahankan luas Lahan Baku Sawah (LBS) yang telah ditetapkan serta mengoptimalkan jaringan irigasi guna mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.

“Saya optimistis dengan penerapan teknologi ini, Provinsi Banten akan semakin kuat sebagai daerah penyangga pangan nasional, bahkan berkontribusi menuju cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Banten Andry Polos menjelaskan, program PM-AAS saat ini diterapkan di lahan seluas 100 hektare yang tersebar di tiga lokasi, yakni Kelurahan Margaluyu, Kilasah, dan Kasunyatan di Kecamatan Kasemen.

Program tersebut melibatkan tujuh kelompok tani yang membudidayakan padi varietas Inpari 32 dengan hasil panen yang dinilai sangat menggembirakan.

Di sisi lain, Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang, Suhandi, mengungkapkan hasil Survei Ubinan Tanaman Pangan menunjukkan produktivitas lahan yang menggunakan metode PM-AAS mencapai 12,88 ton per hektare.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa modernisasi pertanian melalui teknologi PM-AAS mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi petani di Provinsi Banten. (Zaki)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *