Ketua PCNU Tangsel: Sinergi NU-Kemenag Harus Berdampak bagi Umat

banner 468x60

SULUHNEWS.ID, TANGSEL — Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tangerang Selatan, H. Abdullah Mas’ud, M.Si., mendorong sinergi NU dan Kementerian Agama naik kelas, dari sekadar seremoni menjadi kolaborasi strategis yang menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan dalam forum Ngopi Senja Keliling Kota yang digelar PCNU Tangsel bersama Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan bertema Bersinergi untuk Menguatkan Pendidikan Keagamaan, Harmoni, dan Pelayanan Umat.

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Kolaborasi NU dan Kemenag harus bersama-sama menyelesaikan persoalan umat. Kemenag memiliki instrumen negara, sementara NU memiliki kekuatan sosial dan jaringan jamaah hingga akar rumput,” ujar Abdullah.

Ia menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan keagamaan, penguatan harmoni sosial, dan transformasi pelayanan umat. Pesantren, madrasah, TPQ, majelis taklim, serta guru ngaji dinilai perlu diperkuat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan keagamaan yang adaptif dan berdaya saing.

Kepala Kantor Kemenag Tangsel, H. Rifauddin, menyampaikan enam agenda kolaborasi utama yang perlu segera diwujudkan, yakni:

1. Pemutakhiran data pesantren agar kebijakan pembinaan lebih tepat sasaran.

2. Penguatan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pemerataan, peningkatan kompetensi, dan penguatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an.

3. Penguatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) untuk membekali calon pengantin dengan kesiapan mental, spiritual, kesehatan, komunikasi, dan ekonomi keluarga.

4. Penguatan rukyatul hilal untuk mendukung penentuan awal bulan hijriah secara akurat dan edukatif.

5. Pengecekan ulang arah kiblat di masjid, musala, pesantren, madrasah, dan fasilitas ibadah lainnya.

6. Percepatan sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di lingkungan pesantren serta warga Nahdliyin.

Rifauddin menyebut Kemenag memiliki dua petugas pengawas halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang dapat mendukung pendampingan sertifikasi halal melalui gerakan WHO atau Wajib Halal Oktober.

Menurutnya, sertifikasi halal bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi juga bentuk perlindungan konsumen dan penguatan daya saing usaha masyarakat.

Abdullah menyambut baik enam agenda tersebut dan menyatakan kesiapan PCNU Tangsel menggerakkan struktur organisasi, lembaga, badan otonom, pesantren, madrasah, serta jaringan jamaah untuk mendukung pelaksanaannya.

“Ukuran keberhasilan bukan seberapa sering kita bertemu, tetapi seberapa banyak persoalan umat yang berhasil kita selesaikan bersama,” tegasnya.

Ia berharap forum Ngopi Senja menjadi pintu masuk bagi kerja bersama yang memiliki target, pembagian peran, jadwal pelaksanaan, dan evaluasi berkala.

“Dari gagasan lahir kolaborasi, dari kolaborasi lahir aksi, dan dari aksi lahir kemaslahatan. Kemenag melayani, NU menggerakkan, umat merasakan manfaat,” pungkasnya. (Ahmad)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *