Pemkot Tangerang Jadi Rujukan Studi Tiru Pengelolaan Geospasial dan Satu Data bagi Kota Serang

banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menerima kunjungan kerja studi tiru dari Pemerintah Kota Serang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baprida), Diskominfo, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang, Senin (26/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Tangerang Live Room tersebut berfokus pada pembelajaran tata kelola sistem informasi geospasial dan integrasi data perencanaan daerah.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Ketua Tim Survei dan Akuisisi Data Bidang Statistik dan Pemberdayaan, Iffi Nur Mukhlishotin, menyambut baik kunjungan rombongan dari Kota Serang. Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas lima domain pengembangan simpul jaringan informasi geospasial yang ditetapkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) selaku pembina data pusat.

“Alhamdulillah hari ini Pemkot Serang berkunjung melalui jajaran Baprida, Diskominfo, dan BPS Kota Serang. Saat ini status simpul jaringan informasi geospasial Kota Tangerang sudah berstatus unggul (biru), sementara Kota Serang masih berada di status terhubung (merah),” ujarnya.

Ia menambahkan, mempertahankan status unggul membutuhkan kolaborasi yang solid dari 40 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 3 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai simpul jaringan yang terhubung dengan Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIKN).

“Melalui kegiatan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) ini, kami saling bertukar informasi agar bersama-sama maju dalam membangun simpul jaringan di daerah masing-masing,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (PPEPD) Baprida Kota Serang, Ahmad Saefulrohim, mengatakan bahwa Kota Tangerang dipilih sebagai lokasi studi tiru karena memiliki banyak prestasi serta kemajuan dalam pengelolaan data, big data, dan geospasial.

“Bagi kami, data merupakan komponen krusial dalam menyusun dokumen perencanaan pembangunan. Melalui studi tiru ini, kami melihat langsung bagaimana Tangerang Satu Peta dioperasikan. Dengan geospasial, data tidak hanya disajikan dalam bentuk angka, tetapi dapat diterjemahkan secara visual melalui spasial,” ungkapnya.

“Kami berharap, ilmu dan praktik baik yang didapatkan dari Kota Tangerang dapat segera diadopsi dan dipraktikkan di Kota Serang. Sehingga, pengelolaan data dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) di Kota Serang dapat meningkat ke level yang lebih baik dan sejajar dengan daerah-daerah maju lainnya,” sambungnya.

Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan diskusi interaktif dan peninjauan langsung infrastruktur pusat data di Tangerang Live Room. Melalui kegiatan ini, koordinasi dan kerja sama antardaerah di Provinsi Banten diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat ekosistem Satu Data Indonesia. (Ahmad)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *