SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyebutkan pembangunan 34 titik pembangunan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) oleh Pemprov Banten selama tahun 2025 guna mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih tertata, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
“Ini wujud komitmen dan kolaborasi bersama untuk memastikan fasilitas publik hadir secara merata dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono saat peresmian serentak pembangunan program kawasan permukiman, pengembangan perumahan, serta peningkatan PSU oleh Gubernur Banten secara daring dari Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Rabu (14/10/2026).
Ia mengatakan pemerataan pembangunan tidak hanya terlihat dari infrastruktur besar, tetapi juga dari fasilitas yang hadir dekat dengan kehidupan warga. Pada tahun anggaran 2025 Pemprov Banten merealisasikan 34 titik pembangunan PSU di Kota Tangerang, meliputi pembangunan jalan lingkungan, jaringan drainase, gedung Posyandu, serta berbagai sarana dan utilitas publik lainnya.

Menurut Maryono, pembangunan tersebut bukan sekadar menambah fasilitas, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih tertata, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. “Sinergi antara Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang ini tentu sangat berarti. Infrastruktur yang dibangun harus benar-benar dirasakan manfaatnya dan ikut meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan warga,” katanya.
Maryono juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun. Menurutnya, keberlanjutan manfaat pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kepedulian warga dalam merawat lingkungan.“Fasilitas ini milik kita bersama. Mari dimanfaatkan, dirawat, dan dijaga kebersihan lingkungannya, agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ucapnya.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang Decky Priambodo menambahkan Program PSU merupakan program Pemprov Banten yang dilaksanakan melalui perangkat daerah yang menangani bidang perumahan dan permukiman.
“Programnya dari Pemprov Banten yang diturunkan melalui Disperkimtan. Mereka mempunyai program pembangunan PSU, prasarana, sarana dan utilitas, yang tersebar di pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Banten,” ujar Decky.
Decky menambahkan penentuan lokasi dilakukan melalui proses sinkronisasi antara program Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang. Usulan yang masuk kemudian dicocokkan untuk memastikan pembangunan yang dilakukan tidak tumpang tindih dengan program yang telah direncanakan pemerintah kota. ”Kolaborasi pembangunan diarahkan untuk mendukung penanganan kawasan permukiman yang membutuhkan peningkatan kualitas infrastruktur. Intervensi dapat mencakup jalan, drainase, sanitasi, persampahan, air, hingga aspek rumah layak huni sesuai kebutuhan kawasan,” katanya. (adv)








