SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Nilai investasi di Kota Tangerang, Banten, dilaporkan meningkat sepanjang 2026. Dina Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang,mencatat investasi dari berbagai sektor usaha, mulai dari perdagangan, pergudangan, industri, hingga properti. Nilai investasi yang dilaporkan mencapai Rp5,54 triliun pada periode awal, Rp6,28 triliun pada periode berikutnya, dan Rp6,39 triliun pada periode terakhir.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang Sugihharto Achmad Bagdja mengatakan, realisasi investasi pada triwulan III 2026 meningkat dibandingkan dua triwulan sebelumnya.
Realisasi investasi pada triwulan III tercatat sebesar Rp 6,39 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan triwulan II sebesar Rp 6,28 triliun dan triwulan I sebesar Rp 5,45 triliun.
“Pada triwulan ke III ini capaiannya mencapai Rp 6,39 triliun. Kalau kita melihat kondisi di triwulan sebelumnya, triwulan II sebesar Rp 6,28 triliun, kemudian triwulan I sebesar Rp 5,45 triliun,” ujar Sugihharto, Jumat (30/10/2026).

Dengan akumulasi tersebut, realisasi investasi Kota Tangerang hingga September 2026 telah melampaui target tahunan. Capaian Rp 18,12 triliun itu lebih tinggi sekitar Rp 2,97 triliun dari target Rp 15,15 triliun.
Sugihharto mengatakan, capaian tersebut menunjukkan aktivitas penanaman modal dan pelaporan kegiatan usaha di Kota Tangerang tetap berkembang positif meskipun kondisi ekonomi global mengalami berbagai perubahan.
Dia membandingkan realisasi investasi tahun ini dengan capaian pada 2025. Saat itu, target investasi Kota Tangerang ditetapkan sebesar Rp 15,11 triliun, sedangkan realisasinya mencapai sekitar Rp 22,4 triliun atau 148% dari target
“Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pada 2025 target yang ditetapkan sebesar Rp 15,11 triliun dan tercapai kurang lebih Rp 22,4 triliun. Artinya, saat itu sudah mencapai di atas target sebesar 148%. Saat ini, pada triwulan III, kita sudah melampaui target sebesar 120%,” katanya.
Sugihharto menjelaskan, sejumlah sektor usaha turut berkontribusi terhadap realisasi investasi Kota Tangerang. Sektor tersebut meliputi jasa lainnya, farmasi, telekomunikasi, pergudangan, perdagangan dan jasa, industri makanan, serta perumahan.
Menurut dia, kontribusi berbagai sektor tersebut menunjukkan aktivitas usaha di Kota Tangerang tetap bergerak dan menjadi salah satu penopang realisasi investasi daerah.
Dia mengakui kondisi ekonomi global dapat memengaruhi perkembangan dunia usaha. Namun, situasi tersebut tidak menghalangi peningkatan nilai LKPM yang dilaporkan para pelaku usaha di Kota Tangerang.
“Walaupun kita melihat kondisi ekonomi secara global mungkin ada perubahan, ternyata LKPM di Kota Tangerang cukup signifikan peningkatannya terkait laporan dari masing-masing pengusaha yang ada di Kota Tangerang,” ujarnya.
Dengan realisasi Rp 18,12 triliun hingga triwulan III, DPMPTSP Kota Tangerang optimistis nilai investasi masih berpeluang meningkat pada triwulan IV 2026.
Sugihharto memperkirakan tambahan realisasi investasi pada akhir tahun dapat mendorong capaian tahunan mendekati Rp 20 triliun atau lebih.
Dia berharap tren peningkatan tersebut terus terjaga sehingga realisasi investasi Kota Tangerang pada 2026 kembali melampaui target Pemerintah Kota Tangerang.
Capaian tersebut sekaligus menggambarkan perkembangan aktivitas penanaman modal di Kota Tangerang, dengan kontribusi berbagai sektor usaha yang terus melaporkan kegiatan investasinya melalui LKPM. (adv)








