SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu menggelar aksi unjukrasa di depan kantor Wali Kota Tangerang.
Aksi unjukrasa tersebut menuntut upah minimum kota/kabupaten (UMK) pada Tahun 2023 naik sebesar 24,5 persen.
Hal tersebut disampaikan oleh Presidium Aliansi Buruh Banten Bersatu, Dedi Sudarajat kepada awak media.
“Aksi yang kami lakukan hari ini untuk memastikan bahwa rekomendasi tentang kenaikan UMK dari AB3 yang sebelumnya telah kami serahkan ke Dinas Ketenagakerjaan, sudah sampai ke meja Wali Kota Tangerang,” ujar Dedi di tengah aksi
“UMK 24,5 persen itu merupakan hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dilakukan Serikat Buruh di tiga pasar,” imbuhnya.
Para buruh melakukan aksi long march diawali dari sejumlah titik kumpul, seperti wilayah Jatiuwung, Periuk, hingga Batuceper.
Selanjutnya, masa aksi kemudian perlahan bergerak secara serentak dan beriringan untuk berukumpul dan bersama-sama menggeruduk kantor Wali Kota Tangerang di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Setibanya di area Puspemkot Tangerang, massa aksi tersebut telah disambut ataupun dijaga oleh puluhan personel gabungan, TNI-POLRI dan Satpol PP Kota Tangerang.
Dalam aksinya di depan pintu Kantor Wali Kota Tangerang, para peserta aksi melakukan orasi sesuai dengan kelompok elemen masing-masing.
Mereka menyampaikan aspirasi yang dilakukan di depan kantor Wali Kota Tangerang itu bertujuan untuk bertemu dengan Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah.
Kendati demikian, Arief Wismansyah tidak kunjung menemui para buruh hingga pukul 17.00 WIB, hingga massa aksi pun membubarkan diri.Menurut informasi pak Walikota sedang mengikuti acara di Bali.
Dedi menegaskan, pihaknya menunggu keputusan dari Arief Wismansyah terkait rekomendasi kenaikan UMK hingga Rabu (16/11/2022) mendatang.
“Kita lihat dulu sampai hari Rabu pekan depan, apakah Wali Kota Tangerang menyetujui dan meneruskan rekomendasi kenaikan upah ini ke Gubernur Banten atau tidak,” tuturnya.
Menurutnya, apabila rekomendasi kenaikan UMK para buruh tidak dituruti, aksi unjukrasa dengan jumlah peserta lebih banyak akan kembali dilakukan.
“Mudah-mudahan Wali Kota Tangerang menerima kita supaya bisa mendengarkan apa yang menjadi tuntutan kita,” ucapnya.
“Kalau permohonan kami tidak terwujud, kami Aliansi Buruh Banten Bersatu akan kembali melakukan aksi unjukrasa susulan,” kata Dedi Sudarajat.
Di tempat yang berbeda Saipul Milah S.Ag Anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Golkar angkat bicara melihat kedatangan kawan kawan buruh,dirinya menyarankan agak bisa ketemu dulu dengan bapak Walikota agar bisa menyamakan persepsi dalam acuan dan patokan yang berbeda, kata Saipul Milah
Lebih lanjut Saipul Milah menjelaskan,kenaikan yang ditawarkan oleh buruh begitu tinggi karena acuan nya berbeda bukan PP 36 yang hari ini bayang bayang nya kearah sana pemerintah Kota Tangerang,sementara buruh masih berpatokan dengan mimpinya bahwa ada keputusan MK yang salah satu bunyinya menyebutkan tidak boleh Pemerintah Daerah mengambil keputusan yang krusial yang strategis dalam hal UU Omnibus law, Cipta kerja dan termasuk PP 36 tadi sudah di kurung semua itu oleh keputusan MK dan yang hari ini buruh bersandar kesana, Ujarnya
Dan menurut nya PP 36 itu sudah tidak boleh di gunakan sebab itu persepsi buruh yang seakan akan maka usulan nya sampai 24 % ,karena mereka akan bicara tentang kehidupan layak lagi di Kota Tangerang oleh karena itu dirinya selaku Anggota Dewan berharap ,ayolah menggunakan jembatan yang sama penyebrangannya itu dulu samakan dua persepsi tadi maka perlunya ketemu dengan pak Wali untuk menyamakan persepsi tersebut, Harapnya
Dan jangan ini berpatokan nya dengan keputusan MK yang salah satu keputusan nya Omnibus law itu Institusional, ini harapan akhirnya jangan dong kalau seperti itu sudah dua tahun harus direvisi fatwa atau keputusan MK itu salah satu point nya Pemerintah Daerah pak Wali jangan mengambil keputusan yang strategis dan pengupahan itu ada masuk katagori itu ( strategis. red ), dan menghimbau kepada Walikota Tangerang agar menyempatkan diri untuk menemui para buruh walau sesibuk apapun agar menyempatkan untuk ketemu dengan buruh, tandasnya.(Dul)







