SULUHNEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Perhubungan mengambil sejumlah langkah untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Bali. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah jumlah kapal serta mempercepat operasional penyeberangan di lintas Ketapang–Gilimanuk.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan layanan transportasi penyeberangan tetap berjalan lancar di tengah meningkatnya volume kendaraan menuju pelabuhan.
“Kementerian Perhubungan terus berupaya memastikan seluruh layanan transportasi dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Kami juga mendorong percepatan berbagai langkah operasional di lapangan untuk mempercepat penguraian kepadatan kendaraan dan penumpang di kawasan Gilimanuk, sehingga mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan baik. Untuk meningkatkan efektifitas koordinasi saya telah memerintahkan Wakil Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Darat turun langsung ke Gilimanuk,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Senin (16/3).
Koordinasi di lapangan dilakukan oleh Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali bersama sejumlah pihak terkait, mulai dari kepolisian, operator kapal, otoritas pelabuhan, aparat keamanan hingga pemerintah daerah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk masih terpantau padat. Kendaraan yang mendominasi antrean berasal dari roda dua dan roda empat yang akan menyeberang menuju Pulau Jawa.
Untuk memperlancar arus kendaraan, jumlah kapal yang dioperasikan ditingkatkan menjadi 35 unit kapal dengan pola pelayanan delapan trip.
Armada tersebut terdiri dari 19 kapal yang beroperasi di dermaga moveable bridge (MB), 11 kapal di dermaga landing craft machine (LCM), serta empat kapal tambahan yang diperbantukan untuk meningkatkan kapasitas angkut penyeberangan.
Selain menambah armada kapal, Kemenhub juga menerapkan sejumlah langkah operasional di lapangan. Salah satunya melalui skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat rotasi kapal serta mempercepat proses bongkar muat kendaraan.
“Pengaturan lalu lintas kendaraan juga diperkuat melalui pengoperasian buffer zone di terminal kargo Pelabuhan Gilimanuk serta optimalisasi fungsi UPPKB Cekik sebagai titik pengendalian kendaraan sebelum memasuki kawasan Pelabuhan,” tambah Menhub.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 11.55 WITA, kondisi perairan di Selat Bali terpantau aman untuk pelayaran.
Cuaca dilaporkan berawan dengan tinggi gelombang sekitar satu meter, jarak pandang mencapai 10 kilometer, serta arus laut mengarah ke utara dengan kecepatan sekitar 2,5 knot.
Kementerian Perhubungan memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi operasional penyeberangan serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna menjaga kelancaran transportasi di lintas Ketapang–Gilimanuk.







