Bukan Sekadar Jumat Bersih, Camat Jatiuwung Buceu Gartina: Sulap Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos

banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Kecamatan Jatiuwung terus memperkuat kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (30/10/2026) tersebut melibatkan Camat Jatiuwung, Buceu Gartina, S.STP., didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Dr. Mugiya Wardhany, SE, M.Si. serta jajaran kelurahan se-Kecamatan Jatiuwung.

Kegiatan Jumat Bersih dipusatkan di kawasan kompleks perkantoran Kecamatan Jatiuwung dengan menyasar sejumlah fasilitas publik, mulai dari kantor Kantor Urusan Agama (KUA), Majelis Ulama Indonesia (MUI), puskesmas hingga lingkungan sekolah.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Camat Jatiuwung, Buceu Gartina, S.STP., mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi gerakan membersihkan lingkungan, tetapi juga merupakan upaya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara produktif dan berkelanjutan.

“Pada kegiatan hari ini, kami bersama Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang melaksanakan Gerakan Indonesia ASRI di kawasan kompleks perkantoran. Salah satu fokus kami adalah bagaimana sampah yang terkumpul dapat dikelola sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujar Buceu.

Ia menjelaskan, sampah organik berupa sisa makanan dan sayuran yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir. Sampah tersebut diolah menggunakan mesin pengolah khusus hingga menjadi pupuk kompos.

Menurutnya, proses pengolahan membutuhkan waktu sekitar enam jam. Setelah melalui proses tersebut, sampah organik dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman.

Program pengolahan sampah organik ini juga telah berjalan melalui kerja sama dengan perusahaan Enpiro selama kurang lebih satu bulan. Dukungan turut datang dari sejumlah perusahaan, di antaranya Solmarina dan Pasar Induk.

Lebih lanjut, Buceu menyampaikan bahwa hasil pengolahan berupa kompos tersebut didistribusikan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Alam Jaya dan Keroncong. Respons kelompok tani pun cukup positif karena kompos tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan bercocok tanam.

“Alhamdulillah, KWT di Alam Jaya dan Keroncong menyambut baik program ini. Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai tanaman, khususnya cabai dan sayuran seperti kangkung,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Kecamatan Jatiuwung berharap Gerakan Indonesia ASRI tidak berhenti pada kegiatan kerja bakti semata, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama dalam membangun budaya hidup bersih, mengurangi volume sampah, serta mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik.

Dengan demikian, kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Kota Tangerang yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *