SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang terus menunjukkan capaian positif. Hingga Agustus 2026, sebanyak 926.384 warga telah mengikuti layanan CKG atau mencapai 49,45 persen dari total sasaran yang ditetapkan.
Capaian tersebut bahkan telah melampaui target nasional dan menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara dini sebagai langkah pencegahan penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan pelaksanaan CKG tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga anak usia sekolah melalui program CKG Sekolah.
Hingga 28 Agustus 2026, sebanyak 203.271 siswa dari total sasaran 342.310 siswa tingkat SD, SMP, SMA, dan sederajat telah mengikuti pemeriksaan kesehatan. Jumlah tersebut setara dengan 59,4 persen dari target yang ditetapkan.
“Jangan takut melakukan pemeriksaan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, kita bisa menjaga diri tetap sehat, tetap produktif dan jika ditemukan penyakit dapat segera ditangani sebelum menjadi lebih berat,” ujar dr. Dini.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi perhatian utama. Pada kelompok usia di atas 15 tahun, temuan terbanyak meliputi dislipidemia sebesar 59,02 persen, obesitas 21,28 persen, gangguan metabolisme glukosa 12,85 persen, dan hipertensi 3,2 persen.
Menurut dr. Dini, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, dan penyakit tidak menular lainnya.
“Temuan tersebut menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, stroke, serta penyakit tidak menular lainnya. Karena itu, masyarakat didorong untuk tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga menerapkan pola hidup sehat dan meningkatkan aktivitas fisik,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang memastikan layanan CKG tidak berhenti pada proses skrining semata. Masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan akan langsung mendapatkan penanganan awal dari tenaga medis maupun rujukan ke fasilitas kesehatan yang sesuai apabila membutuhkan pemeriksaan lanjutan.
“Pelayanan CKG dapat diperoleh masyarakat melalui puskesmas maupun kegiatan CKG komunitas. Pada pelayanan komunitas, peserta yang membutuhkan penanganan juga mendapatkan terapi awal dan edukasi untuk melanjutkan pengobatan di fasilitas kesehatan terdekat atau puskesmas,” tutup dr. Dini.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Tangerang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kesehatan terus meningkat sehingga kualitas kesehatan warga dapat terjaga secara optimal. (myl)







