SULUHNEWS.ID, KAB. TANGERANG-Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melalui Kabid Yankes Dr. M Faridzi Fikri, MKM menerangkan terjadi penambahanan 1272 Kasus baru Covid-19 di Kabupaten Tangerang, maka dengan demikian, total kasus COVID-19 di Kabupaten Tangerang menjadi 43.193 kasus.
“Data mengenai kasus COVID-19 ini dihimpun melalui laman resmi Kabupaten Tangerang,” tutur Dr.M Faridzi Fikri, MKM Kabid Yankes, Selasa (15/2/2022).
Lanjutnya Dr. M Faridzi Fikri, MKM menjelaskan, data kasus COVID-19 diperbarui setiap hari per pukul 14.00 WIB.
Selain itu, berdasarkan data jumlah pasien sembuh dari COVID-19 pada hari ini sebanyak 366 orang, hal ini menunjukkan adanya kenaikan pasien sembuh menjadi 30.067 orang.
“Pasien yang masih dirawat atau menjalani isolasi mandiri (kasus aktif) bertambah 22 orang dirawat dan isolasi 884 orang sehingga berjumlah 12.724 orang/kasus aktif,” tutur Dr. M Faridzi Fikri.
Dr. M Faridzi Fikri, MKM menambahkan, ada pula penambahan kasus kematian akibat COVID-19 pada hari ini tidak bertambah, sehingga jumlahnya tetap menjadi 402 orang.
Sementara itu, berdasarkan sebaran kasus COVID-19, Kecamatan Kelapa Dua menjadi wilayah yang memiliki total kasus COVID-19 tertinggi, yakni sebanyak 1684 kasus dan wilayah Kecamatan Pasar Kemis sebanyak 929 kasus.
Maka dari itu Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan meminta masyarakat dapat memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan demi menekan wabah Corona, dimulai dari menekan angka penularan.
“Kami atas nama Dinas kesehatan kabupaten Tangerang menekankan pentingnya perilaku 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas,” katanya.

Berdasarkan banyak penelitian, rajin mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus Corona sebesar 35%, sedangkan mempergunakan masker bisa mengurangi risiko penularan virus Corona hingga 45% kalau memakai masker kain, bilamana menggunakan masker medis, risiko penularan berkurang hingga 75%, papar Dr. M Faridzi Fikri, MKM.
Lanjutnya menurut Dr. M Faridzi Fikri, MKM Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 adalah hindari kerumunan. Karena dalam kerumunan tersebut tidak diketahui siapa yang tertular Covid-19, apalagi tanpa gejala.
Maka dengan menghindari kerumunan, sama dengan melindungi orang rentan seperti Lansia dan orang dengan penyakit kronis. Sebab jika orang rentan tersebut tertular virus corona akan berakibat fatal.
Selain itu, untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 adalah dengan melaksanakan vaksinasi.
Pemberian vaksin ini merupakan solusi yang dianggap paling tepat untuk mengurangi dan memutus rantai penularan Covid-19.
“Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu sehingga jika suatu saat terpapar penyakit tersebut maka hanya akan mengalami gejala yang ringan. Sebaliknya, apabila tidak melakukan vaksinasi maka tidak akan memiliki kekebalan tubuh yang spesifik terhadap penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan pemberian vaksin tersebut. Apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata, maka akan terbentuk suatu kekebalan kelompok (herd immunity). Selain itu, vaksinasi Covid-19 juga dapat menjaga produktivitas dan mengurangi dampak sosial serta ekonomi,” katanya.(adv)







