Disdik Kota Tangerang Terus Tekankan Pentingnya Budaya Sekolah Aman Pascainsiden SMPN 34

banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua siswa SMPN 34 Kota Tangerang dalam insiden di kawasan Jalan Sutera Alam Sutera, Jumat (9/10/2026).

Pemerintah Kota Tangerang bersama pihak sekolah menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan aksi tawuran, melainkan insiden pengejaran oleh oknum pelajar yang membawa senjata tajam saat korban hendak pulang setelah menonton pertandingan futsal persahabatan.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menjelaskan bahwa kedua siswa tersebut merupakan suporter pertandingan futsal persahabatan. Dalam perjalanan pulang, mereka berpapasan dengan rombongan oknum siswa yang membawa senjata tajam.

“Perlu kami tegaskan, ini bukanlah peristiwa tawuran. Korban melarikan diri karena panik dikejar oleh oknum yang membawa senjata tajam, hingga akhirnya kendaraan yang dikendarai menabrak trotoar dan tiang. Peristiwa ini menjadi mitigasi dan pengingat penting bagi kita semua untuk terus menguatkan budaya sekolah aman dan nyaman,” ujar Wahyudi.

Pasca kejadian tersebut, Disdik Kota Tangerang akan memperketat langkah pencegahan melalui penguatan sinergi bersama TNI, Polri, dan masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk memperluas pengawasan terhadap aktivitas pelajar, termasuk di luar jam sekolah.

“Di dalam budaya sekolah aman dan nyaman itu disyaratkan peran semesta, yaitu keterlibatan dari semua stakeholder baik sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar untuk berpartisipasi aktif menciptakan kondisi yang aman,” tegasnya.

Wahyudi juga mengimbau para pelajar agar tidak memperpanjang persoalan maupun menyimpan dendam setelah kejadian tersebut.

“Kami juga menghimbau kepada adik-adik semua, cukupkan sampai di sini, tidak perlu memperpanjang persoalan ini, tidak perlu ada dendam,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 34 Kota Tangerang, Asep Maulana Hidayat, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah bergerak sejak malam kejadian untuk mendampingi keluarga korban, memfasilitasi doa bersama dan tahlilan, serta meredam emosi para siswa agar tidak terjadi aksi anarkis.

Sebagai langkah pengamanan, sekolah juga telah mengeluarkan imbauan terkait pengawasan dan aktivitas belajar siswa.

“Kami sudah edarkan imbauan, untuk kelas 9 wajib diantar jemput orang tua dan jangan diizinkan pulang sebelum dijemput. Sementara kelas 7 dan 8 melaksanakan PJJ di rumah dengan pemantauan ketat dari orang tua,” katanya.

Selain aspek keamanan, pihak sekolah memberikan perhatian terhadap pemulihan kondisi psikologis siswa. Seorang siswa yang selamat dan menjadi saksi kejadian saat ini mendapatkan pendampingan psikologis serta konseling dari guru Bimbingan Konseling (BK).

Asep menegaskan bahwa upaya menjaga keselamatan pelajar membutuhkan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Ia juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat kepada kepolisian.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Kami memohon kerja sama para orang tua untuk memastikan pengawasan ketat terhadap aktivitas anak setelah jam sekolah. Terkait proses hukum terhadap oknum pelaku, sepenuhnya kami serahkan kepada pihak kepolisian,” pungkas Asep. (Ahmad)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *