SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mengoptimalkan pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu penopang pembangunan daerah. Namun, upaya tersebut ditegaskan harus dilakukan secara berkeadilan, tanpa menambah beban masyarakat maupun pelaku usaha, serta mampu memberikan manfaat nyata melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, saat membuka Rapat Evaluasi Capaian PAD Triwulan II Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Tangerang di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (30/7/2026).
“Saya mengingatkan agar setiap kebijakan peningkatan PAD tetap mengedepankan asas keadilan dan tidak menambah beban masyarakat maupun pelaku usaha, di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Masyarakat harus merasakan bahwa setiap pajak yang dibayarkan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik yang manfaatnya nyata,” tegas Maryono.
Dalam kesempatan tersebut, Maryono juga mengapresiasi capaian perangkat daerah pengelola PAD. Berdasarkan laporan realisasi hingga Triwulan II Tahun 2026, secara umum target PAD telah melampaui 100 persen. Meski demikian, ia meminta seluruh perangkat daerah tetap mengoptimalkan sektor-sektor pendapatan yang realisasinya masih perlu ditingkatkan agar target hingga akhir tahun dapat tercapai secara maksimal.
“Berdasarkan laporan realisasi Triwulan II, capaian PAD menunjukkan hasil yang sangat positif. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah pengelola PAD. Namun, masih terdapat beberapa jenis pendapatan yang harus terus dioptimalkan sehingga target hingga akhir tahun dapat tercapai,” ujarnya.
Selain optimalisasi pendapatan, Maryono menginstruksikan seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam TP2DD untuk mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Menurutnya, digitalisasi menjadi langkah penting untuk mewujudkan tata kelola pendapatan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel sekaligus mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah.
“Saya meminta seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam TP2DD, khususnya pengelola PAD, terus memperkuat sinergi dan mempercepat implementasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah agar pelayanan semakin mudah, efisien, dan mampu mendorong peningkatan pendapatan daerah,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman, turut mendorong seluruh perangkat daerah untuk terus menghadirkan inovasi dalam menggali potensi sumber pendapatan baru. Menurutnya, PAD merupakan salah satu tulang punggung pembiayaan pembangunan sehingga perlu diperkuat melalui berbagai terobosan yang adaptif terhadap dinamika kebijakan pemerintah pusat.
“Saya mendorong seluruh perangkat daerah, khususnya pengelola PAD, untuk terus berinovasi dalam menggali potensi pendapatan daerah. PAD menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih, saat ini pemerintah daerah dituntut semakin mandiri dalam mengoptimalkan potensi pendapatannya masing-masing,” tutup Herman. (Zaki)







