SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Acara “Pengembangan Potensi Fotografer” yang diselenggarakan Pemerintah Kota Tangerang pada Selasa, 6 Agustus 2025, di Aula Gedung Seni Budaya menjadi ruang dialog aktif antara peserta dan narasumber.
Dalam sesi tanya jawab, Hadi, peserta dari Tangerang, menyampaikan bahwa fotografer sering menghadapi kendala saat memotret di ruang publik. Membawa kamera profesional, menurutnya, justru sering menimbulkan kecurigaan dari warga sekitar.
“Kita baru angkat kamera aja, langsung ditanya KTA (Kartu Tanda Anggota) atau izin segala macam. Padahal kita hanya mau dokumentasikan suasana, bukan untuk kepentingan komersial,” ucapnya.
Hadi sempat bertanya langsung kepada narasumber, namun merasa jawaban yang diberikan belum sepenuhnya mewakili kondisi nyata di lapangan. Meski begitu, ia tetap mengapresiasi materi yang disampaikan karena sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan fotografi saat ini.
Ia datang untuk belajar lebih dalam dan mencari solusi atas kendala yang sering ia alami saat memotret. Harapannya, para fotografer lokal bisa mendapat dukungan yang lebih nyata, terutama soal izin dan ruang untuk memotret di tempat umum.
“Harapannya, kita semua bisa punya ruang yang jelas untuk motret, terutama di tempat-tempat yang memang terbuka untuk umum. Jangan sampai niat kita untuk bantu promosi daerah malah terhambat karena hal-hal administratif yang nggak jelas,” tambahnya.
Hadi juga menyampaikan bahwa ia bersama komunitas fotografer kerap mengirim hasil dokumentasi ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Ia melihat banyak potensi visual Tangerang yang bisa diperkenalkan lebih luas, asalkan proses pengambilan gambarnya dipermudah.
Menurutnya, Tangerang memiliki banyak ruang kreatif yang menarik untuk diabadikan. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tangerang mendorong para fotografer untuk terus mengembangkan kemampuan dan membuka ruang diskusi agar kendala-kendala di lapangan bisa diselesaikan secara konkret. (m3rini)







