Dengan Sistem Pembelajaran Tatap Muka
SULUHNEWS.ID, JAKARTA-Pembelajaran Tatap Muka pada tahap pertama pendidikan di Jakarta yang dilaksanakan 7-29 April, dari 85 sekolah. Kini Pemprov DKI Jakarta berencana menguji kembali dengan rencana membuka 300 sekolah kembali.
Hal ini di sampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Ahmad Riza Patria, di Balaikota kepada media, Jumat (21/5/2021).
“Uji coba tatap muka akan di mulai 7 Juni dan di gelar kurang lebih selama tiga minggu dengan jumlah sekolah diperkirakan sebanyak 300 sekolah,” tutur Wakil Gubernur.
Lanjutnya, Wakil Gubernur mengatakan, Pemprov DKI Jakarta optimis uji coba belajar tatap muka tahap kedua berjalan lancar, mengingat tahap muka pertama berjalan dengan baik.
“Semoga uji coba ditahap kedua ini, bisa lebih baik lagi dan memberikan ruang terbaik bagi para siswa, guru, tenaga pendidik dimana untuk berinteraksi dan memberikan pelajaran dan pembelajaran yang lebih baik bagi siswa sekolah dan lancarnya KBM,” kata Ahmad Riza.
Menanggapi hali ini, Ceacillia Fauziah, Ketua Relawan GA (Gerakan Anti) Covid-19 Jakarta, memberikan tanggapan, Tatap muka untuk pendidikan sangatlah baik, akan tetapi harus dilihat dari fakta dilapangan yang mana terjadi kenaikan setelah gejola Arus Mudik, “Kami merasa was-was, sebab saat sekarang saja penularan covid-19 masih meningkat diwilayah Jakarta, Jangan dipaksakan kalau kondisi belum stabil, dan kita lihat saja para petugas covid belum 100 % selesai mendata warga yang arus mudik,” tutur Ceacilia, Minggu (23/5/21) di Menteng, Jakarta Pusat.
Ceacillia menjelaskan dirinya sangat setuju agenda PTM (Pembelajaran Tatap Muka) yang direncanakan Pemprov, tapi dia juga berharap hasil yang kongkrit dari hasil Swab arus mudik,” Clear dulu hasil swab pendataan pasca lebaran mudik, baru rencana tatap muka,” tandasnya.
Menurut Ceacillia, Pemprov DKI harus mempunyai pertimbangan data yang akurat, karena perkembangan penyakit corona bukan berdasarkan warna zonasi saja. Jangan sampai pembukaan 300 sekolah dengan belajar tatap muka akan menimbulkan klaster baru terhadap dunia pendidikan,yang utama kepada anak-anak kita, “Mari kita selesaikan dahulu masalah data arus mudik dan kita persiapkan sematang mungkin tentang tatap muka dibidang pendidikan jangan hanya sekedar pertimbangan warna zonasi,” katanya.(nisin)







