SULUHNEWS.ID, JAKARTA BARAT — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta Barat melakukan pemangkasan pohon di sepanjang Jalan Daan Mogot, Senin 15 September 2025. Sejumlah petugas terlihat memotong dahan dan batang yang kemudian ditumpuk sementara di trotoar sebelum diangkut. Meski kegiatan berlangsung, arus lalu lintas di ruas jalan tersebut tetap ramai dipadati kendaraan roda dua maupun empat.
Jalan Daan Mogot dikenal sebagai jalur utama penghubung Jakarta–Tangerang yang setiap harinya dilalui ribuan kendaraan. Dengan intensitas hujan yang mulai meningkat sejak awal September, pohon-pohon di sisi jalan mendapat perhatian khusus dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengurangi risiko tumbang.
“Pemangkasan ini bagian dari perawatan rutin. Kami prioritaskan pohon yang sudah terlalu rimbun atau cabangnya rapuh. Targetnya, jalan tetap teduh, tapi tidak sampai membahayakan,” ujar Haryanto, salah satu petugas lapangan.
Ia menambahkan, seluruh ranting dan batang hasil pemangkasan akan diangkut menggunakan truk dinas ke lokasi penampungan. Menurutnya, proses ini dilakukan secara bertahap di sepanjang jalur padat, termasuk kawasan halte dan titik yang dekat dengan kabel listrik.
“Biasanya sehari kami bisa bersihkan dua sampai tiga titik, tergantung kondisi pohonnya,” jelasnya.
Meski begitu, kegiatan pemangkasan memunculkan beragam respons masyarakat. Sari (34), warga Poris Gaga yang melintas dengan sepeda motor, mengaku sedikit terganggu dengan potongan pohon yang menumpuk di trotoar.
“Kalau bisa dimulai subuh atau dini hari. Karena siang begini agak bikin macet, walau kami paham ini juga penting untuk keselamatan,” ujarnya.
Di sisi lain, ada pula pengendara yang menilai kegiatan ini sangat penting. Indra (42), sopir angkot trayek Kota Bumi–Kalideres, berpendapat bahwa risiko pohon roboh jauh lebih berbahaya dibanding ketidaknyamanan sesaat.
“Saya pernah lihat pohon tumbang pas musim hujan, bahaya sekali. Jadi memang harus rutin begini,” katanya.
Pantauan di lapangan, arus kendaraan terpantau lancar meski sesekali melambat di sisi kiri jalan. Petugas berusaha cepat memindahkan ranting agar trotoar bisa kembali digunakan pejalan kaki. Beberapa ruas jalan juga sempat dibantu warga setempat untuk mengatur kendaraan.
Dengan adanya pemangkasan ini, jalur utama Jakarta–Tangerang diharapkan lebih aman dari risiko pohon tumbang. Meski sempat menimbulkan ketidaknyamanan, langkah ini dinilai sebagai bentuk pencegahan dini agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. (m3safira)







