SULUHNEWS.ID, TANGSEL – Masyarakat Tionghoa nenyambut Imlek 2574 Buddhis Era (BE) tahun 2023 di Vihara Kwan In Tang yang berada di Pondok Cabe Udik, Pamulang, Sabtu malam (21/01/2023) dengan suka cita dan bahagia.
Dimulai dengan pertunjukan Barongsai dilanjutkan dengan Nien Cing doa bersama, pembacaan sejarah dan makna imlek serta makna budaya Aliang.
Selanjutnya dihibur dengan pertunjukan pentas seni oleh anak-anak dari berbagai sekolah, serta disemarakkan pembagian ampau kepada anak-anak dan masyarakat sekitar vihara.
Tampak hadir Kapolres Tangsel AKBP Faisal Febrianto S.I.K.,M.Si didampingi Wakapolres Kompol Yudi Permadi, S.S., S.I.K, Kapolsek Pamulang Kompol Ade Candra, S.I.K.,M.Si, Kasatlantas AKP Dicky Dwi Priambudi Arief Sutarman, S.I.K., M.Si, Kapolsubsektor Pondok Cabe Iptu Gede Suartana SH, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan lainnya.
Pandita Tjen Eddy mengatakan, Imlek itu bukan hari keagamaan tapi, pergantian tahun di tanggalan Tionghoa.
“Imlek bukan perayaan agama Buddha dan agama tertentu. Sebenarnya agama lain yang keturunan Tionghoa juga harus merayakan Imlek, karena ini adalah tradisi,” katanya.
Kemudian Tjen Eddy (yang juga anggota FKUB Tangsel dari unsur Buddha) mengungkapkan, Imlek identik dengan warna merah. Yang melambangkan semangat, dimana pahlawan kita berjuang melawan penjajah juga menggunakan pakaian warna merah (ikat kepala).
“Dalam meraih kebahagiaan itu harus semangat untuk mencapainya. Ulang tahun, pernikahan dan segalanya yang membawa kebahagiaan dilambangkan dengan warna merah,” tambahnya.
Pandita Tjen juga menyampaikan, kepercayaan umat Buddha bahwa Imlek tahun ini adalah berlambang shio Kelinci.
“Kelinci merupakan binatang yang lincah dan selalu melompat-lompat. Ini bermakna, segala nya butuh perjuangan dan kerja keras dalam meraih kesuksesan,” pungkas Pandita Tjen.(Adi)







