SULUHNEWS.ID, KABUPATEN TANGERANG – Konflik berkepanjangan dilingkungan Perumahan Panorama Sepatan 1 Desa Tanah Merah, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, yang belum bisa diselesaikan.
Terlebih saat ini akses warga menuju perumahan ditutup oleh 2 truk diduga kendaraan milik developer dari malam, Senin (16/10/2023), sampai dengan saat ini sehingga kendaraan roda 4 tidak bisa keluar atau masuk kedalam Perumahan, bayangkan jika terjadi emergancy ?
“Hari ini juga ada warga yang ingin melakukan operasi tetapi tidak bisa keluar karena akses ditutup. Urgent ingin operasi ke Rumah Sakit sampai naik Grab, karena kendaran tidak bisa keluar.” keluh warga.
Kepada awak media yang ada di lokasi, Budi, salah satu warga perumahan Panorama 1 Sepatan yang sedang memantau keadaan tersebut mengatakan, “kejadian awalnya waktu hari minggu, 14 oktober 2023, di Perumahan Panorama Sepatan 1 sudah banyak warga untuk menjaga keamanan.”
“Seharusnya ada security di depan gerbang pintu masuk, selain itu di belakang ada proyek untuk menjaga keamanan dan hal-hal yang tidak diinginkan. Karena disana tidak ada security, kita menjaga keamanan dengan mengunci pintu proyek demi keamanan warga Perumahan Panorama Sepatan 1 bersama,” jelasnya.
“Saat kejadian itu pintu gerbang proyek kita kunci, mungkin pihak PT. Lingga Manik tidak terima sehingga dia mencopot pintu, bukan gemboknya. Pintunya diangkat secara paksa.”
“Kemudian tadi pagi, senin 15 oktober 2023 pagarnya dibuka semua hingga jebol tanpa pintu. Demi menjaga keamanan kemudian kita tutup memakai terpal (tidak permanen) pengganti pintu. Mobil warga parkir di depan pintu proyek supaya tidak ada orang tidak di kenal yang masuk. Sebab siapa yang mau bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan warga?”
“Siang tadi, senin 15 oktober 2023, sudah ada mediasi antara warga dengan pihak PT. Lingga Manik. Dihadiri pihak kepolisian Sepatan. Setelah itu sudah ada kesepakatan.”
“Namun tiba-tiba ada 2 mobil truk diparkir di depan pintu masuk utama Perumahan Panorama Sepatan 1, hal itu mengganggu aktifitas warga perumahan,” kesal Budi.
“Harapan kami inginnya damai, pagar penutup proyek yang ada dibelakang, dikembalikan / dipasang lagi oleh pihak yang membongkar seperti semula untuk menjaga keamanan warga.”
“Dan truk yang menutupi pintu masuk utama warga harus disingkirkan karena mengganggu aktifitas warga, apalagi ini masih hari kerja. Tapi sampai sekarang, dari pihak PT tidak ada yang datang untuk menemui warga,” tutup Budi.
Ditempat yang sama, Dani, Binamas Desa Tanah Merah, menjelaskan kronologinya, “jalan itu ditutup kiri dan kanan oleh supir truk tanah bernama (AN), kemudian AN saya tanyai ia bilang itu perintah dari dalam, katanya. Kemudian saya telpon (RY), itu perintah dari orang dalam juga.”
“Jadi (AN) saya perintahkan tarik mundur kedua mobil itu agar tidak menutup pintu masuk jalan utama warga, dia tidak berani karena perintah dari dalam,” Tegas Binamas Desa Tanah Merah.(Tuti)







