SULUHNEWS.ID,KOTA TANGERANG. Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Kota Tangerang lantaran adanya wabah virus Corona belum melaksanakan tatap muka,dimana para orang tua selaku walimurid sudah banyak yang mengeluh lantaran dengan diterapkannya sistem daring , maka dari itu pihak DPRD kota Tangerang meminta orangtua siswa bersabar dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan sistem daring yang saat ini dijalankan para dewan guru berdasarkan peraturan pemerintah. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Saiful Milah.
“Memang ada orangtua siswa yang mengeluhkan pelaksanaan belajar dengan sistem daring, tapi kita minta walimurid mohon bersabar”, ungkap Saiful Milah kepada Media,kamis (30/7/20)
Menurut Saiful Milah anggota DPRD komisi II dari Fraksi Golkar, keluhan tersebut terkait telah dibukanya tempat-tempat keramaian seperti mal, rumah makan dan lainnya, ia menjelaskan tempat-tempat keramaian yang dinyatakan banyaknya kerumunan itu rata” orang dewasa yang sudah dapat diarahkan menggunakan protokol Covid-19 seperti menggunakan masker, lain halnya anak-anak, jika pemerintah membuka sekolah melaksanakan sistem belajar mengajar bertatap muka dikhawatirkan akan terjadi cluster baru yang terkena wabah virus Corona tersebut, lantaran usia anak-anak masih mengabaikan aturan protokol Covid-19.
“Jika proses belajar dilaksanakan di sekolah dengan tatap muka seperti, pihak sekolah tidak akan dapat mengontrol kedisiplinan ribuan siswanya untuk melakukan protokol Covid-19 seperti menggunakan masker, sementara tenaga pendidik di setiap sekolah paling banyak hanya 140 orang”, kata politisi Partai Golkar.
Sedangkan keluhan lainnya, kata Syaiful Milah, banyaknya siswa maupun orangtua siswa yang membimbing anaknya dalam proses belajar mengajar sistem daring terutama di tingkat TK, SD maupun SMP yang tidak mengerti teknologi tidak dapat mengoperasikan aplikasi yang telah diberikan oleh pihak pengajar. Adapula siswa maupun orangtua siswa yang merasa terbebani dengan penambahan biaya kuota internet yang digunakan untuk pelaksanaan belajar anaknya dengan sistem daring.
Dimana adanya keluhan seperti,dikarenakan adanya penambahan biaya kuota bagi orangtua siswa yang digunakan untuk pelaksanaan pembelajaran sistem daring, pihaknya mendorong Pemkot Tangerang melalui Dinas Pendidikan untuk dapat mengeluarkan regulasi untuk memfasilitasinya memberikan bantuan kepada siswa mengalokasikan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),agar para orangtua siswa dapat terbantukan secara ekonomi.
“Sekarang ini banyak kebutuhan operasional sekolah tidak digunakan, Dinas harus mengalokasikan penggunaan dana BOS untuk pembiayaan kuota internet bagi para siswa,” tandasnya.
Selanjutnya Saiful Milah mengharapkan kepada pihak sekolah dapat melakukan pertemuan dengan pihak orangtua murid untuk menyosialisasikan dan melakukan bimbingan bagi orangtua siswa untuk penggunaan aplikasi tersebut dengan bantuan dari Dinas Pendidikan
“Pihak sekolah dan dinas pendidikan harus melakukan koordinasi untuk menyosialisasikan aplikasi yang digunakan tersebut kepada siswa maupun orangtua siswa yang gagap teknologi, minimal seminggu sekali “, ujarnya.
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah juga mengakui banyak persoalan perihal pelaksanaan metode belajar online atau daring kepada siswa di Kota Tangerang.
Arief menyebut, pola pendidikan menjadi kunci penting. Tetapi dalam kondisi pandemi Covid-19 pola belajar jarak jauh tidak jarang menghadapi sejumlah kendala belajar.
“Bukan hal yang mudah memang melaksanakan pembelajaran jarak jauh baik guru atau muridnya. Banyak kendala yang ditemukan saat pembelajaran berlangsung,” terang Arief,beberapa waktu yang lalu.
Arief menuturkan, Dinas terkait untuk segera memberikan bantuan dan pengetahuan kepada guru-guru. Sehingga, nantinya tercipta pola pembelajaran jarak jauh yang lebih efektif.
“Gunakan beragam media yang telah tersedia, jadi guru bisa terus memperbaharui teknik pengajaran di masa pandemi seperti saat ini,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Kota Tangerang, Masyati mengatakan, adanya keluhan dari orangtua siswa terkait proses belajar dengan sistem daring ini pihaknya telah melaporkan kepada Walikota Tangerang. Ia juga mengakui proses belajar mengajar jika dilakasanakan seperti biasa akan lebih efektif, namun dari pihak pemerintah belum ada anjuran untuk melaksanakan belajar di sekolah seperti biasa.
Ia menjelaskan, pihaknya telah merancang system belajar mengajar jarak jauh dalam rangka new normal dan telah membuat konsep proses belajar mengajar dengan sistem luar jaringan (luring) yang siswanya secara bergantian yang dapat dilakukan tiga kali dalam sepekan.
“Belajar sistem luring ini semisal jumlah siswa dalam satu kelas bisa kita bagi dua kali pertemuan maupun system online yang menggunakan aplikasi virtual,” kata Masyati melalui telepon selularnya, kemarin.
Masyati menuturkan, penggunaan anggaran dana BOS untuk dialokasikan pembiayaan kuota internet baik untuk guru maupun siswa, pihaknya telah mendapatkan rekomendasi dari pemerintah pusat dalam rangka penanganan Covid-19. Menurutnya, sejak diberlakukan untuk penanganan Covid-19, pihaknya telah merekomendasikan ke pihak sekolah negeri maupun swasta untuk memberikan bantuan kuota internet tersebut kepada pihak guru maupun siswa. Selain itu, Pemkot Tangerang melalui Dinas Kominfo akan memasang jaringan internet system WIFI di setiap wilayah tingkat RT RW, agar siswa dapat melaksanakan belajar system online menggunakan aplikasi virtual di rumahnya.
“Pemerintah pusat membolehkan penggunaan Dana BOS untuk memberikan bantuan kuota internet, selama Covid-19 sudah tiga kali bantuan tersebut dilakukan oleh pihak sekolah seperti di SMP Negeri 28”, katanya.
Hal lain terkait adanya orangtua siswa yang tidak memiliki selular, kata Masyati, tenaga pengajar dapat mengunjungi rumah-rumah siswa agar dapat terlaksananya proses belajar mengajar tersebut.
“Belajar dengan sistem Daring maupun Luring kita siap, semuanya sudah kita fasilitasi, apalagi dengan system belajar seperti biasa datang ke sekolah itu malah lebih bagus, hanya tetap menggunakan protokol Covid-19 seperti penggunaan masker dan disediakannya hand Sanitizer di setiap sekolah,” ujarnya.(dul)







