SULUHNEWS.ID, JAKARTA-Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Lauw Siegvrieda mengadakan Sosialisasi Perda Nomor 4 tahun 2015 DKI Jakarta tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi, Bertempat di jalan Pintu Air Rt.010/RW 008 Kelurahan Semanan, Kalideres Jakarta Barat, Senin (23/05/2022).
Lauw Siegvrieda yang akrab dengan panggil Vrieda menyampaikan dengan gamblang persoalan Kebudayaan Betawi, Menurutnya Perda nomor 4 tahun 2015 dia bahas, karena kebudayaan Betawi sudah mulai hilang, seperti ondel ondel yang telah jadi icon Betawi.
” Sekarang ini icon Betawi seperti Ondel ondel sudah berjalan sendiri dijadikan kepentingan Bisnis pribadi,yang turun kejalan, dimana kita lihat buat ngamen di mana mana,” kata Vrieda.
Lebih lanjut Politis PDI-P ini menjelaskan kepada warga Semanan yang hadir, icon Betawi yang bersejarah seperti Monas dan masih banyak yang lainnya, bahkan icon icon tersebut jadikan baju Batik Betawi, kekayaan Betawi perlu kita jaga dan lestarikan, meski kita awalnya dari kota lain, namun saat berdomisili kita berada di Betawi dan ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk melesatarikan semua dan harus menjaga Kebudayaan Betawi.
“Maka dari itu saya juga mewajibkan diperkantoran ke pemerintahan juga instansi lain untuk mewajibkan adanya simbol Betawi seperti icon Ondel Ondel,” papar Vrieda.
Vrieda juga menerangkan,bukan saja Kebudayaan, makanan khas Betawi juga banyak di minati seperti nasi uduk, selendang mayang, kerak telor, bir pletok, semur jengkol, gabus pucung dan masih banyak lagi.
Sedangkan Budaya Betawi hasil dari adopsi dari berbagai unsur Budaya seperti Melayu, Arab, China dan Portugis.
Maka dari itu Vrieda menghimbau kepada masyarakat untuk wajib mengurus BPJS, karena BPJS bisa membantu kita sebagai syarat membangun rumah selain untuk kesehatan,begitu dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) wajib juga di pergunakan, karena apabila 3 sampai dengan 6 bulan tidak dipergunakan maka akan terblokir, Bilamana terblokir segera melaporkan ke di Dinas Sosial dan kemudian segera konfirmasi ke Puskesmas agar dapat membuka blokirannya.
“Bagi warga bilamana ada kesulitan atau dipersulit dalam hal pelayanan kesehatan di puskesmas maupun di rumah sakit saya akan membantunya,” tutur Vrieda.(nisin)







