SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Sejarah panjang Islam di Kota Tangerang meninggalkan banyak jejak, salah satunya yang masih hidup hingga kini adalah Masjid Agung Al-Ikhlas di kawasan Ciledug. Berdiri sejak tahun 1976, masjid ini bukan sekadar tempat sholat, melainkan pusat dakwah, pendidikan, dan kebersamaan umat di timur Kota Tangerang.
Masjid ini dibangun di atas lahan bekas Pasar Jumat, sebuah kawasan niaga yang sempat ramai pada era 1970-an. Melalui swadaya dan wakaf masyarakat, bangunan pertama masjid berdiri sederhana dengan satu lantai, lalu diresmikan oleh Bupati Tangerang, Amir Mahmud pada tahun 1977. Dari tempat inilah semangat Islam terus tumbuh dan mengakar di lingkungan Ciledug.
Seiring waktu, jumlah jemaah yang terus bertambah mendorong perluasan bangunan. Pada tahun 2002, Masjid Agung Al-Ikhlas direnovasi besar-besaran hingga menjadi tiga lantai dengan kapasitas lebih dari 2.500 jemaah. Ikon utamanya, menara emas setinggi lima lantai, dibangun sebagai simbol rukun Islam. Menara ini kemudian menjadi penanda sekaligus kebanggaan warga yang melintasi Ciledug Raya.
Namun, perjalanan pembangunan tidak selalu mulus. Renovasi sempat terhenti belasan tahun sebelum akhirnya rampung pada 2019 berkat dukungan masyarakat dan pengurus masjid. Ketua DKM, H. Husein, menuturkan bahwa Masjid Al-Ikhlas sejak awal berdiri bukan hanya rumah ibadah, melainkan wadah persatuan.
“Dari sini, dakwah, pengajian, dan kegiatan sosial terus berjalan. Jemaahnya datang bukan hanya dari Ciledug, tapi juga dari Jakarta Selatan dan wilayah lain di Tangerang,” ujarnya.
Hingga kini, masjid ini menjadi pusat berbagai kegiatan Islam, mulai dari pengajian rutin, peringatan hari besar, hingga acara sosial yang menyatukan masyarakat lintas generasi. Pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, ribuan jemaah memadati masjid untuk bersama-sama memperingati kelahiran Rasulullah dengan suasana penuh khidmat.
Pemerintah Kota Tangerang juga menempatkan Masjid Agung Al-Ikhlas sebagai salah satu destinasi wisata religi bersejarah. Kehadirannya bukan hanya meneguhkan identitas keislaman Kota Tangerang, tetapi juga merepresentasikan nilai kebersamaan dan spiritualitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dengan sejarah panjangnya, Masjid Agung Al-Ikhlas berdiri kokoh bukan hanya sebagai bangunan fisik, melainkan sebagai warisan spiritual Islam yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan umat di Kota Tangerang. (m3rini)







