SULUHNEWS.ID, KAB. TANGERANG – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kecamatan Panongan berlangsung semarak melalui kegiatan Grebeg Suro, Kirab Budaya, dan Pagelaran Wayang Kulit yang dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, Senin Malam (15/6/2026).
Kegiatan yang digagas Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) Kabupaten Tangerang bersama Badan Penghubung Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan warisan budaya di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi seluruh panitia dan masyarakat yang terus menjaga tradisi budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.
“Bulan Suro memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Jawa, bukan hanya sebagai momentum introspeksi dan penguatan spiritualitas, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Menurutnya, Grebeg Suro dan Kirab Budaya Wayang Kulit merupakan bentuk nyata komitmen masyarakat dalam menjaga kekayaan budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. Budaya tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Bupati menilai keberagaman yang dimiliki Kabupaten Tangerang menjadi modal sosial yang kuat untuk mendukung pembangunan daerah yang maju, sejahtera, dan harmonis.
“Kabupaten Tangerang yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang suku, agama, budaya, dan tradisi yang beragam memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun daerah yang maju, sejahtera, dan harmonis. Karena itu, keberagaman harus terus dirawat sebagai kekuatan bersama,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh pembangunan karakter dan pelestarian budaya.
“Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan karakter, nilai-nilai budaya, dan penguatan jati diri bangsa,” tegasnya.
Bupati juga berharap kegiatan budaya seperti Grebeg Suro dan pagelaran wayang kulit dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya bangsa.
“Saya harap melalui kegiatan seperti ini, generasi muda bisa kenal, cinta dan bangga akan seni budaya bangsa sendiri yang mengandung nilai-nilai luhur dan terus lestari sepanjang masa,” harapnya.
Selain menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kuatnya harmoni dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Tangerang dalam menjaga tradisi serta merawat keberagaman yang ada. (tuti)







