SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong terjalinnya kerja sama yang erat antara lingkungan sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus (ABK).
Upaya tersebut dilakukan melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang dengan menyelenggarakan kegiatan parenting bertema “Penguatan Peran Guru sebagai Mitra Orang Tua dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi dan Sekolah Khusus”.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Ar-Rabiyah tersebut diikuti oleh 50 guru dari sekolah inklusi dan sekolah khusus. Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi dan berbagi pengalaman terkait pendampingan anak berkebutuhan khusus.
Psikolog Puspaga Kota Tangerang, Glori Telis Amanta, memberikan materi mengenai pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama yang kuat antara guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan anak.
“Kolaborasi antara sekolah dan keluarga sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. Melalui komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan, guru dan orang tua dapat saling berbagi informasi mengenai perkembangan anak serta bersama-sama memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak,” pungkasnya, Rabu (19/8/26).
Menurutnya, peran guru tidak hanya terbatas pada proses pembelajaran di lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai mitra bagi orang tua dalam memahami karakteristik, kebutuhan, dan perkembangan anak. Di sisi lain, orang tua memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai kondisi serta kebiasaan anak di lingkungan rumah.
“Sinergi ini diharapkan, dapat menciptakan kesinambungan antara pendampingan yang dilakukan di sekolah dan di rumah. Dengan komunikasi yang baik, berbagai tantangan yang dihadapi anak dapat diidentifikasi dan ditangani secara lebih tepat,” imbuhnya.
Melalui kegiatan tersebut, Puspaga Kota Tangerang berharap para tenaga pendidik semakin memiliki kemampuan dalam membangun komunikasi yang efektif dan positif dengan orang tua anak berkebutuhan khusus.
“Kolaborasi yang berkelanjutan antara guru dan keluarga diharapkan mampu mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif, aman dan mendukung setiap anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan serta kebutuhannya masing-masing,” tutup Glori. (Ahmad)







