RSUD Tigaraksa Gencarkan Edukasi Pencegahan Demam Berdarah kepada Masyarakat

RSUD Tigaraksa Gencarkan Edukasi Pencegahan Demam Berdarah kepada Masyarakat
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KABUPATEN TANGERANG — RSUD Tigaraksa kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat edukasi preventif kepada masyarakat. Kali ini, penyuluhan mengangkat topik Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah tropis.

Kegiatan yang digelar pada Selasa (9/12/2025) tersebut berlangsung di Ruang Tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD Tigaraksa dan menghadirkan narasumber dr. Mistuti Alawiyah. Penyuluhan diikuti oleh pasien serta pengunjung rumah sakit yang tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Dalam pemaparannya, dr. Mistuti menjelaskan secara komprehensif mengenai DBD, mulai dari mekanisme penularan virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, kelompok masyarakat yang berisiko tinggi, hingga tanda dan gejala klinis yang perlu diwaspadai.

“Gejala DBD dapat berupa demam tinggi mendadak, nyeri otot, hingga perdarahan. Pada kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi fase kritis yang berbahaya apabila tidak ditangani secara tepat,” jelasnya.

Selain mengenali gejala, peserta juga dibekali pengetahuan tentang penanganan awal DBD, seperti pentingnya menjaga asupan cairan, istirahat yang cukup, serta segera mendapatkan pemantauan medis untuk mencegah komplikasi serius, termasuk dengue shock syndrome.

Tidak hanya berfokus pada pengobatan, dr. Mistuti juga menekankan upaya pencegahan melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau mengelola barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Sementara itu, langkah Plus dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti memelihara ikan pemakan jentik, penggunaan larvasida, pemasangan kawat kasa, menjaga kebersihan lingkungan, serta perlindungan diri dengan kelambu, lotion anti-nyamuk, dan pakaian tertutup,” tambahnya.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Salah satu pertanyaan yang mencuri perhatian peserta adalah terkait efektivitas fogging dalam pencegahan DBD. Narasumber menjelaskan bahwa fogging hanya membasmi nyamuk dewasa dan bukan solusi jangka panjang.

“Fogging bukan langkah utama. Yang paling efektif tetap pemberantasan sarang nyamuk secara rutin melalui 3M Plus agar pencegahan DBD berjalan optimal,” tegas dr. Mistuti.

Melalui kegiatan ini, RSUD Tigaraksa berharap masyarakat semakin memahami bahaya DBD, mampu mengenali gejala sejak dini, serta aktif menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing. Edukasi berkelanjutan dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam menekan angka kejadian DBD.

Sebagai bagian dari pelayanan promotif dan preventif, RSUD Tigaraksa terus berupaya menghadirkan kegiatan edukatif yang berdampak langsung bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan fasilitas RSUD Tigaraksa, masyarakat dapat menghubungi Call Center 0852-1361-7014, serta mengakses akun Instagram @rsud.tigaraksa dan laman resmi rsudtigaraksa.tangerangkab.go.id.

Dengan tata nilai “TERBAIK”, RSUD Tigaraksa berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. (Tuti)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *