SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Warga RT 02/01 Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, selalu mengeluh setiap musin hujan. Pasalnya, berdirinya bangunan ruko 4 lantai milik Tek Hwa dan Bok Lie Tjin, di mana bangun tersebut sebelah memakan arena saluran air. Dengan demikian, saluran air yang semula lebarnya 200 cm2 menjadi 100 cm2, maka memperlambat aliran tersebut. Hal ini membuat saluran air tertutup tanah atau puing-puing bangunan yang sudah lapuk.
Ketua RT 02/01, Saripudin yang terdekat dengan lokasi mengatakan, setiap musin hujan warga di belakang bangun ruko selalu banjir, dan aliran air menjadi lambat dikarenakan saluran air tersebut tertutup dengan runtuhnya tanah dan bangunan tersebut.
Lanjut Saripudin, di mana menurut orang tuanya menyebutkan, sebenarnya saluran air tersebut dulunya lebar sekitar 3 M dan tidak pernah banjir walaupun hujan berhari-hari. Namun, setelah berdirinya bangunan ruko 4 lantai tersebut, saluran air lebarnya mengecil, maka akan memperlambat aliran dan ketika hujan turun lingkungan akan banjir.
“Bagaimana kalau hujan berhari-hari? Mungkin rumah kami pasti seperti danau,” tegasnya.
“Kami atas nama warga Sangiang Jaya, mengharapkan kepada Pemerintah Kota Tangerang agar mencari solusinya. Kami sudah sering menegur pemilik bangunan Ruko dan selalu mendapat jawaban yang sama dengan mengatakan, itu batas tanah saya, saya mau bangun, saya mau pagars atau saya mau buat apa pun, adalah hak saya,” tutur Ketua RT 02/01 Saripudin, Rabu (1/10/25).
Maka dari itu, Saripudin mewakili warga mengharapkan kepada pemerintah Kota Tangerang agar segera mendapatkan solusinya, begitu juga kepada pemilik bangunan ruko tersebut agar dapat memahami keadaan di lingkungan.
“Jangan hanya semuanya sendiri, ini negara Indonesia yang selalu cinta damai dan selalu mengambil keputusan dengan musyawarah, bukan dengan semuanya sendiri,” katanya.(Martinus)







