SULUHNEWS.ID, KABUPATEN TANGERANG – Penyaluran bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter kepada 1.912 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Jatimulya, Kecamatan Sepatan Timur, dilaksanakan pada Kamis (28/5/2026). Bantuan tersebut disalurkan melalui Kantor Desa Jatimulya bekerja sama dengan Bulog dan Dinas Sosial.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB di halaman Kantor Desa Jatimulya. Warga mengantre dengan tertib sesuai prosedur menggunakan undangan yang telah dibagikan petugas tiga hari sebelumnya. Setiap KPM menerima 20 kilogram beras medium Bulog dan 4 liter minyak goreng kemasan.
Pj Kepala Desa Jatimulya, H. Ahmad Frengky, S.H., saat diwawancarai terlebih dahulu mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Ia menyampaikan bahwa saat ini merupakan suasana hari tasyrik, di mana seluruh umat muslim sedang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Ia juga mendoakan agar para jamaah haji senantiasa sehat walafiat dan menjadi haji yang mabrur.
Ia memaparkan, bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter tersebut disalurkan oleh pemerintah pusat kepada warga Desa Jatimulya sebanyak 1.912 penerima manfaat (KPM) berdasarkan data yang diperoleh dari DTKS.
“Kegiatan penyaluran pangan ini adalah implementasi dari data KPM hasil sensus sebelumnya atau yang sudah ditetapkan oleh DTKS. Jadi bantuan ini belum memakai data baru dan insyaallah kami pemerintah desa akan sensus ulang agar bantuan yang diberikan kepada warga lebih spesifik lagi dan tepat sasaran,” ucapnya.
Frengky berharap bantuan pangan yang disalurkan pemerintah pusat tersebut dapat membantu warga setempat, khususnya masyarakat kurang mampu.
Salah satu warga penerima bantuan, Romlah (56), warga RT 06/02, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng tersebut. Ia mengaku bantuan tersebut sangat membantu di tengah harga bahan pokok yang terus meningkat.
“Alhamdulillah beras dan minyaknya bagus. Terima kasih pemerintah, dengan adanya bantuan ini sangat membantu kami yang penghasilannya tidak tetap,” ujarnya usai menerima bantuan. (Tuti)






