SULUHNEWS.ID, JAKARTA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bersama Komisi IX DPR Mengajak Warga Jakarta Selatan untuk Mencegah Stunting Secara Dini.
Kegiatan tersebut berlangsung di masjid raya pondok indah Jakarta Selatan provinsi DKI Jakarta Sabtu,(9/4/22).
Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si mengatakan, pihaknya bersama BKKBN akan membangun konsep keluarga yang berkualitas dan penuh dengan perencanaan.
“Selain itu, pihaknya juga akan fokus menuntaskan persoalan stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita di Indonesia. Dimana Pandemi Covid-19, juga berdampak pada keluarga di Indonesia, sehingga berpengaruh pada tingginya angka stunting.
“Kita berharap masyarakat bisa support terhadap visi dari BKKBN ini, untuk membangun keluarga-keluarga yang berkualitas. Karena keluarga yang berkualitas ini sangat penting sekali perannya, apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini.
Pandemi ini sangat berdampak pada keluarga Indonesia, baik dampak terhadap ketahanan sosialnya, ketahanan ekonominya, dan ketahanan pangannya. Nah ketahanan pangan ini sangat penting untuk mencegah terjadinya stunting, supaya gizi anak tetap terjaga,” tutur Mufidayati.
Lebih lanjut dirinya juga mengimbau kepada masyarakat, untuk berkolaborasi bersama-sama mewujudkan keluarga yang berkualitas. Nantinya, keluarga Indonesia akan mampu bersaing dengan negara-negara lain, jika memiliki SDM yang berkualitas.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Dr. Munawar Asikin, S.Si., MSE. Selaku Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk BKKBN RI, menjelaskan bahwa Keluarga berencana mempunyai peran penting dalam peningkatan kualitas SDM.
Lanjut Munawar menjelaskan bahwa program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana berfokus pada mencegah kematian ibu dan bayi dan menghindari menikah terlalu muda, yaitu ibu hamil pertama usia kurang dari 20 tahun, terlalu tua yaitu ibu hamil pertama pada usia ≥ 35 tahun, terlalu dekat jarak kehamilan yaitu jarak antara kehamilan pertama dengan berikutnya kurang dari 2 tahun, dan terlalu banyak anak yaitu ibu pernah hamil dan melahirkan hidup lebih dari 2 kali.
Diakhir ,”kata Munawar, Munawar menegaskan bahwa melalui program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana yang komprehensif dapat meningkatkan kualitas keluarga yang akan mampu menjadi keluarga yang berkualitas bagi peningkatan sumber daya manusia dan pembangunan”tutup Dr. Munawar Asikin, S.Si., MSE. Selaku Direktur Perencanaan. (Nisin)







