SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG — Taman Potret di kawasan Babakan, Kecamatan Tangerang, terus menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin menikmati ruang terbuka hijau di tengah hiruk-pikuk kota. Sejak diresmikan pada 2015, taman ini menghadirkan suasana asri sekaligus instalasi seni dan patung ikonik yang menarik perhatian wisatawan.
Awalnya, tempat ini bernama Taman Selfie karena pada saat itu tren swafoto sedang populer di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Namun, seiring waktu nama tersebut dianggap kurang baku. Pemerintah kemudian menggantinya menjadi Taman Potret, dengan makna lebih luas sebagai wajah Kota Tangerang. Perubahan nama ini terbukti efektif, karena masyarakat lebih familiar dan jumlah pengunjung pun meningkat.
Memasuki area taman, pengunjung disambut tulisan besar “Taman Potret” berwarna kuning cerah dengan latar patung penari Betawi. Spot ini kerap dijadikan tempat berfoto. Selain itu, tersedia area bermain anak, bangku taman, kandang burung merpati, jalur pedestrian, hingga ruang terbuka yang kerap dipakai untuk aktivitas warga.
“Setiap hari kami melakukan perawatan, mulai dari menyapu, merapikan tanaman, hingga mengecek fasilitas. Tujuannya agar pengunjung tetap merasa nyaman,” ujar Dani, salah satu petugas taman.
Berlokasi di jantung Kota Tangerang, Taman Potret tidak hanya dikunjungi warga sekitar, tetapi juga masyarakat dari luar daerah. Suasana rindang dan akses yang mudah membuatnya cocok untuk rekreasi keluarga.
“Saya sering ajak anak-anak ke sini. Tempatnya teduh, ada area bermain, dan anak-anak bisa kasih makan burung. Apalagi gratis, jadi bisa sering datang,” kata Rina, pengunjung asal Tanah Tinggi.
Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong hadirnya ruang terbuka hijau sebagai sarana interaksi sosial sekaligus paru-paru kota. Taman Potret menjadi salah satu wujud nyata, melengkapi keberadaan taman tematik lain yang tersebar di berbagai wilayah.
Dengan pepohonan rindang, fasilitas memadai, serta ikon budaya yang ditampilkan, Taman Potret kini bukan sekadar ruang rekreasi. Taman ini merepresentasikan wajah Tangerang sebagai kota yang ramah, terbuka, dan peduli pelestarian budaya. Keberadaannya menjadi alternatif hiburan masyarakat perkotaan yang rindu suasana hijau sekaligus kebanggaan warga Kota Tangerang. (m3safira)







