Tingkatkan Akses Pendidikan, Disdik Kota Tangerang Hadirkan Soft Launching Inovasi Pena Aksi

banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Dinas Pendidikan Kota Tangerang resmi menggelar soft launching inovasi Pena Aksi Tangerang (Penuntasan Anak Tidak Sekolah melalui Akselerasi Kolaborasi Pentahelix di Kota Tangerang), Rabu (28/10/2026). Inovasi ini menjadi langkah untuk memperkuat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus meningkatkan akses dan pemerataan layanan pendidikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, mengapresiasi peluncuran Pena Aksi yang berawal dari Proyek Perubahan yang digagas Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Dwiana Langlang Nugraha. Menurutnya, inovasi tersebut merupakan bentuk nyata penguatan tata kelola penanganan ATS.

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Saya sangat mengapresiasi program yang diluncurkan. Mudah-mudahan dengan diluncurkannya Pena Aksi, penanganan anak tidak sekolah di Kota Tangerang bisa terlaksana dengan baik,” ujar Herman.

Ia menjelaskan, penanganan ATS membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi atau perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan komunitas masyarakat menjadi kunci untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan.

“Melalui kolaborasi Pentahelix, kita bersama-sama menuntaskan anak tidak sekolah. Semua anak di Kota Tangerang harus bisa mengenyam pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Dwiana Langlang Nugraha, menerangkan bahwa Pena Aksi tidak sekadar dikembangkan sebagai aplikasi pendataan, tetapi juga untuk memperkuat sistem kerja kolaboratif lintas sektor dalam penanganan ATS secara berkelanjutan.

“Kondisi ini mendorong perlunya penguatan penjangkauan, validasi data, serta intervensi lintas sektor agar setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya,” terang Dwiana.

Inovasi Pena Aksi dikembangkan untuk mendukung kebijakan Gampang Sekolah (Akses Mudah, Pendidikan Bermutu untuk Semua), khususnya dalam memperkuat akses dan pemerataan layanan pendidikan di Kota Tangerang.

“Pena Aksi dirancang untuk mengintegrasikan data, kolaborasi Pentahelix, intervensi sesuai kebutuhan anak, hingga monitoring yang berkelanjutan. Melalui momentum ini, dilakukan pula penandatanganan komitmen awal kolaborasi Pentahelix yang melibatkan 14 unsur pemangku kepentingan dan 13 camat se-Kota Tangerang,” paparnya.

Dalam tahap implementasi, Dinas Pendidikan Kota Tangerang telah menyusun standar operasional prosedur (SOP) dan proses bisnis penanganan ATS, serta mengembangkan dashboard Pena Aksi Tangerang. Uji coba awal dashboard dan pengelolaan data individual ATS dilaksanakan di Kecamatan Cipondoh sebagai wilayah percontohan.

Penguatan kelembagaan juga dilakukan melalui penyusunan Rancangan Peraturan Wali Kota tentang Pencegahan dan Penanganan ATS serta Rancangan Keputusan Wali Kota tentang Tim Koordinasi Daerah.

Selanjutnya, Pena Aksi ditargetkan diluncurkan secara resmi oleh Wali Kota Tangerang dalam rangkaian peringatan HUT ke-34 Kota Tangerang pada 2027, setelah melalui penguatan implementasi, kesiapan sistem, dan kolaborasi lintas sektor. (Ahmad)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *