Tokoh Banten Miris, Lihat HUT Provinsi Banten Tak Ada Acara Seni Budaya Banten

banner 468x60

SULUHNEWS.ID, SERANG-Acara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) provinsi Banten ke -22 tahun di gedung DPRD Banten menjadi pembicaraan di kalangan para tokoh Banten.

Dimana para tokoh Banten miris melihat hari jadi Provinsi Banten yang sakral bagi masyarakat Banten, bukannya di isi dengan acara kebudayaan Banten namun di isi dengan acara reggae dan eforia yang bertolak belakang dengan perjuangan masyarakat Banten menjadikan banten propinsi dahulu kala.

M. Nasir Muslih salah seorang tokoh Banten mengatakan saat mengikuti acara HUT Banten di gedung DPRD Banten , Selasa (4/10/22).

“Inikan acara masyarakat Banten, kami saja yang di undang datang dengan memakai pakaian seni budaya Banten, karena kami sangat menghormati dan menjunjung tinggi seni budaya Banten , para pejabatnya datang dengan pakaian seni budaya Banten, tapi kok malah tidak ada acara seni kebudayaan Banten, apakah para anggota DPRD malu menampilkan seni budaya propinsi Banten, “tutur M. Nasir.

Lanjutnya mengatakan, jika dalam acara di gedung DPRD yang terhormat ini seni budaya provinsi Banten di tampilkan artinya dapat membuat seni budaya Banten di kenal oleh masyarakat dan kalau bisa se-Indonesia, sangat disayangkan kalau para anggota DPRD Banten yang terhormat serta pejabat Bantennya saja tidak mau mempromosikan seni budaya Banten, maka akan hancurlah seni budaya milik masyarakat Banten ini, Boleh-boleh saja hiburan reggae musik atau disco atau apalah, tetapi harus buat lagi beberapa rangkaian acaranya jangan di hari puncak HUT Provinsi Banten.

“Kami sedih dan kecewa dengan apa yang kami lihat di acara HUT Propinsi Banten pada tanggal 4 oktober 2022 di gedung DPRD Banten ini,”jelas M.Nasir M pada awak media.

M. Nasir Muslih selaku ketua Harian TTKDH pusat mengatakan, bahwa yang di undang itu dari berbagai elemen baik itu masyarakat serta pejabat dari luar pemerintahan provinsi Banten, artinya inilah kesempatan untuk memperlihatkan seni budaya Banten,” katanya.

M.Nasir sendiri menanyakan, apakah para anggota DPRD dan seluruh pejabat di lingkungan sekretariat propinsi Banten tidak mengetahui bagaimana susahnya para tokoh dan sepuh Banten dahulu memperjuangkan propinsi Banten?

Seharusnya ketua DPRD Banten Andra Soni serta seluruh anggota DPRD Banten sebagai tuan rumah menganjurkan kepada pejabat di lingkungannya, agar acara di isi dengan seni budaya Banten, jangan hanya bisa kirim surat untuk fasilitasi dan menyiapkan durian ke Pj.Gubernur Banten saja,” tegas M Nasir Muslih.

M. Nasir Muslih mengharapkan kepada seluruh anggota DPRD maupun para pejabat yang berkuasa di pemerintah Provinsi Banten, “Mari kita lestarikan kesenian budaya Banten, agar para generasi maupun anak dan cucu kita akan meneruskan budaya ini,” katanya.(wan)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *