SULUHNEWS.ID, JAKARTA UTARA — Petugas Pasukan Biru Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (Satpel SDA) Kecamatan Tanjung Priok melakukan perbaikan turap longsor di saluran penghubung Jalan Warakas VI, Gang 7, RT 12/09, Kelurahan Warakas, Jakarta Utara, pada Sabtu 27 September 2025 . Perbaikan ini merupakan respons cepat terhadap laporan warga yang khawatir kondisi turap dapat membahayakan lingkungan sekitar.
Kepala Satpel SDA Kecamatan Tanjung Priok, Neti Heriati, mengatakan pihaknya langsung menurunkan personel begitu menerima laporan masyarakat.
“Begitu laporan masuk, kami langsung bergerak cepat dan menugaskan tim di lokasi untuk melakukan perbaikan turap,” ungkap Neti.
Ia menjelaskan, turap yang diperbaiki memiliki panjang sembilan meter dengan ketinggian 1,9 meter. Bagian bawah turap berukuran 40 sentimeter dan bagian atas 20 sentimeter. Dalam pengerjaan ini, Satpel SDA mengerahkan tujuh personel Pasukan Biru lengkap dengan peralatan kerja.
“Pekerjaan dimulai sejak 24 September. Awalnya dipasang cerucuk menggunakan kayu dolken agar tidak terjadi longsor susulan. Setelah itu, dipasang batu kali sebagai dasar turap,” jelasnya.
Neti menambahkan, pengerjaan dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena posisi turap berhimpitan langsung dengan tembok rumah warga. Target penyelesaian ditetapkan selama dua pekan.
“Sejauh ini tidak ada kendala. Kami berharap cuaca tetap bersahabat sehingga pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal,” tuturnya.
Warga sekitar menyambut positif perbaikan turap tersebut. Amin (60), salah seorang warga, mengaku lega karena kekhawatirannya berkurang setelah pengerjaan dimulai.
“Kalau dibiarkan, risikonya bisa longsor lagi. Kami berterima kasih kepada petugas yang sigap memperbaiki. Semoga cepat selesai supaya warga merasa aman,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Hanum (39), warga lain yang rumahnya berdekatan dengan saluran. Ia sempat merasa cemas setiap turun hujan deras, khawatir tembok rumahnya terdampak.
“Sekarang sudah ada perbaikan, jadi lebih tenang. Mudah-mudahan turap ini kokoh dan tahan lama, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran lagi saat musim hujan,” ungkapnya.
Perbaikan turap ini tidak hanya sekadar upaya teknis, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan bagi warga agar tetap merasa aman dan nyaman. Dengan kerja sama pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, diharapkan pengerjaan bisa rampung tepat waktu. Ke depan, warga berharap pemeliharaan rutin terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. (m3safira)







