SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Wali Kota Tangerang H. Sachrudin membuka Kick Off Meeting Rencana Pembangunan Simpang Tidak Sebidang (STS) Sudirman Kota Tangerang sebagai langkah strategis mengatasi kemacetan di kawasan Pasar Induk hingga Stasiun Tanahtinggi.
STS atau Flyover yang direncanakan dibangun di Jalan Jenderal Sudirman tersebut akan melintasi di atas jalur rel kereta api yang berada di sekitar Pasar Induk dan Stasiun Tanahtinggi yang selama ini menjadi salah satu titik kepadatan lalu lintas utama di Kota Tangerang.
Dalam sambutannya, Sachrudin menegaskan pembangunan STS Sudirman menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan kualitas transportasi dan konektivitas perkotaan. Menurutnya, kawasan Jalan Jenderal Sudirman, khususnya di sekitar Terminal Poris Plawad, merupakan simpul mobilitas strategis yang setiap hari dilalui ribuan masyarakat.
“Kawasan ini tidak hanya menjadi jalur utama mobilitas masyarakat Kota Tangerang, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung strategis menuju Bandara Soekarno-Hatta dan kawasan Jabodetabek. Namun, keberadaan perlintasan sebidang kereta api masih menjadi titik kemacetan yang cukup serius, terutama saat jam-jam sibuk,” ujar Sachrudin dalam Kick Off Meeting di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Puspem Kota Tangerang, Selasa (19/5/2026).
Sachrudin menegaskan, pembangunan Flyover Sudirman bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi menjadi solusi nyata untuk menjawab persoalan mobilitas masyarakat yang selama ini terjadi.
“Karena itu, pembangunan Flyover Sudirman menjadi kebutuhan mendesak. Tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus menghadirkan sistem transportasi perkotaan yang lebih modern, nyaman, dan terintegrasi,” tegasnya.
Ia juga memastikan Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen penuh mendukung percepatan pembangunan tersebut melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Banten, Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, Kementerian Hukum hingga PT KAI.
“Pembangunan ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, koordinasi akan terus kami lakukan agar seluruh tahapan, mulai dari dokumen teknis, kesiapan pembangunan, perizinan hingga pelaksanaan konstruksi, dapat berjalan optimal,” tambahnya.
Sachrudin berharap Flyover Sudirman nantinya benar-benar menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap sistem transportasi yang lebih lancar dan aman.
“Harapannya, Flyover Sudirman bukan hanya menjadi infrastruktur baru, tetapi solusi nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat melalui transportasi yang lebih lancar, aman, nyaman, dan efisien,” tutupnya.
Dukungan terhadap percepatan pembangunan tersebut juga datang dari Pemerintah Pusat. Kepala Biro BMN Kementerian Hukum, Itun Wardatul Hamro, menyatakan pihaknya siap mendukung rencana pembangunan tersebut meski terdapat sejumlah aset lahan yang terdampak.
“Prinsipnya kami mendukung penuh karena pembangunan ini memang menjadi prioritas pemerintah. Untuk lahan terdampak, pembahasannya akan dilakukan lebih lanjut setelah DED diterbitkan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Direktur Lalu Lintas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, yang menilai pembangunan STS Sudirman memiliki tingkat urgensi tinggi.
“Kawasan tersebut selama ini kerap mengalami antrean panjang dan kepadatan akibat perlintasan sebidang. Karena itu STS ini menjadi prioritas, bukan hanya untuk kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan keselamatan masyarakat,” tandasnya. (Ahmad)







