SULUHNEWS.ID, TANGSEL – Pasca covid-19, selama masih ada yang berbelanja/konsumsi, usaha kulineran Indonesia kembali berjaya. Salah satunya adalah kuliner Sambal Bu Nik yang membuka cabang kedua di Ruko Pamulang Permai, Tangerang Selatan (Tangsel).
Alasan kami membuka cabang sambal bu Nik di Pamulang didasari oleh tekad dan semangat perjuangan Sultan Aging untuk menyerang Batavia yang transit terlebih dahulu di Pamulang dan perkembangan kotanya yang luar biasa.
“Historis inilah yang kami ambil, sehingga cabang sambal bu Nik, di Pamulang, kami buka,” kata Ahmad DS, Direktur Marketing Sambel Bu Nik, di Pamulang, saat konferensi pers, Rabu (23/11/22).
Selanjutnya Direktur Marketing Sambal Bu NIK mengatakan, kami ingin mengedukasi masyarakat tentang warisan makanan khas Indonesia.
“Kami juga ingin mengedukasi masyarakat untuk mewariskan dan melestarikan masakan asli Indonesia serta membudayakan makan sambal,” ucapnya.
Menurut Ahmad, pemasaran Sambel Bu Nik hanya mengandalkan 2P saja yakni: Product dan Place, sambel rampainya beserta pilihan 25 lauk yang bikin ‘sensasi’ dan pilihan lokasi outlet yang strategis.
“Lokasinya jangan sampai salah, kalau ada lokasi bagus saya akan bayarin berapapun harga sewanya, karena gak mungkin lokasi bagus harganya murah dan gak mungkin murah lokasi yang bagus,” sebutnya.
Sambal Bu Nik juga menyediakan aneka lalapan dan gratis lagi, seperti terong ungu, daun popohan, kemangi, daun petai muda, ketimun, selada, kubis dan spesialnya ada kabau atau jaling jaling yang langka dan khusus diambil dari hutan Sumatra.
Sensasi sambal dadak dengan tomat rampai dan terasi bangka begitu menggoda, pedas asin gurih menempel di ujung lidah sampai rongga tenggorokan.
“Pas banget dengan nasi panas pulen dan ikan atau ayam yang selalu fresh tak pernah sekalipun masuk freezer.,” ujarnya.
Untuk menjaga kualitas bisnisnya, Sambel Bu Nik menggunakan sistem kemitraan swakelola, dimana investor tidak terlibat dalam pengelolaan bisnis. 100% bisnis dikelola manajemen Sambel Bu NIK. Investor tinggal menikmati bagi hasil 50% dari nett profit setiap bulannya.
“Saya yakin dengan dukungan manajemen yang solid dan profesional, serta dengan leadership yang ‘steady’ Sambel Bu NIK akan melaju bukan hanya kencang namun konsisten dengan ekspansi cabang yang terukur,” imbuhnya.
Ahmad menyadari, di setiap bisnis ada risikonya. Kalau pun tidak mencapai target, manajemen dan investor akan memindahkan lokasi usahanya ke lokasi yang lebih prospek dengan sistem gotong royong.
“Manajemen Sambel Bu Nik cukup berhati-hati, karena hanya sebagian outlet yang akan dilepas kepemilikannya ke investor. Ini sebagai strategi yang jitu untuk keberlanjutan bisnis dan ‘bergaining power’ dengan investor,” terangnya.
Kemudian Ahmad juga menyebutkan rencana ekspansinya ke waktu mendatang di wilayah Jabodetabek.
“Akhir tahun 2022 ini, kami akan buka outlet di Citayam Depok (30/11) dan Lenteng Agung Jakarta Selatan (7/12). Kemudian di tahun 2023 mendatang kita akan ekspansi besar-besaran dengan membuka Outlet Sambal Bu Nik di 20 lokasi baru di wilayah Jabodetabek,” pungkasnya.(Adi)







