SULUHNEWS.ID, KAB. TANGERANG-Warga yang tinggal di sekitar PT Mayora Indah Jayanti, produsen makanan dan minuman di Kecamatan Jayanti dan Balaraja, Kabupaten Tangerang mengeluhkan perubahan pada air sumur mereka.
“Air sumur berubah warna keruh, kekuningan dan kadang berbau apek,” ujar Siti Arnaningsih 30 tahun, warga Kampung Kramat, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti kepada awak media, Kamis (30/9/21).
Dimana rumah Siti Arnaningsih sangat dekat sekali dengan Pabrik PT. Mayora Tbk yang memproduksi makanan dan minuman itu yang hanya dibatasi tembok beton setinggi tiga meter. Menurut Siti, perubahan air sumur di rumah itu terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini atau sejak pabrik itu beroperasi 2017 lalu.
“Dulu airnya bersih bisa dipakai minum, kalau sekarang agak ragu untuk diminum karena keruh dan kadang berbau,” ujarnya sambil menunjukan air di dalam ember berwarna putih. “Lihat saja endapan kuning diember dan kamar mandi.”
Menurut Siti, jika dipakai mencuci baju putih lama kelamaan baju akan berubah kuning kecoklatan. Karena khawatir air itu berbahaya jika dikonsumsi, Siti dan keluarga terpaksa membeli air mineral untuk kebutuhan minum.
Lanjutnya Siti mengatakan,orangtuanya telah tiga kali membuat sumur bor dengan kedalaman hingga 40 meter. “Tapi airnya tetap sama, keruh dan berwarna,” ucapnya.
Keluhan yang sama juga dirasakan warga kampung Gembong Jatake, Desa Gembong, Balaraja. Meski berbeda kecamatan lokasi kampung Jatake dengan kampung Kramat saling berdekatan hanya dipisahkan oleh saluran irigasi yang juga menjadi saluran pembuangan limbah cair Mayora. “Kalo dulu air sumur di sini jernih, segar seperti air mineral,” kata Khadariah, 40 tahun.
Manajer Area PT Mayora Indah Jayanti, Mukhlis mengaku belum pernah mendapat laporan keluhan warga soal bau ataupun perubahan warna pada air sumur warga. “Nanti kami cek,” ujarnya.
Mukhlis memastikan limbah cair pabrik yang dibuang ke saluran pembuangan sudah melalui proses pengolahan limbah. “Kami pastikan limbah kami adalah limbah organik karena berasal dari bahan makanan dan tidak mengandung racun,” ucapnya.
Mukhlis sendiri membantah keras limbah berbau menyengat,Bau mungkin bukan dari limbah Mayora.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang,Saat dikonfirmasi permasalah Air Sumur warga disekitar arena Pabrik Makanan dan minuman, akan secepatnya melakukan pengecekan air sumur warga yang tinggal di sekitar pabrik Mayora Indah Jayanti.
“Akan kami cek dan periksa,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ahmad Taufik,kamis (30/9/21).
Taufik mengatakan DLH Kabupaten Tangerang telah menerima laporan dari warga sekitar terkait pembuangan limbah produsen makanan dan minuman terkenal itu. “Laporan sekitar satu bulan lalu, terkait pembuangan limbah yang merusak area persawahan, bau hingga air sumur,” kata Taufik.(her)







