Bangunan Sejarah Di Kota Tangerang Perlu Dilestarikan 

banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) berencana akan menjadikan Masjid Jami Kalipasir, masjid tertua di Tangerang sebagai wisata religi. Kepala Disbudpar Kota Tangerang H.Muhamad Noor mengaku kagum dengan nilai sejarah Masjid Jami Kalipasir.

Menurut Kadis Disbudpar, Masjid Jami Kalipasir yang terletak di Jalan Kalipasir, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang merupakan masjid tertua di Kota Tangerang.

Masjid yang kini sudah berusia 446 tahun tersebut menjadi saksi sejarah perkembangan agama Islam.
“Kami hadir di sini, sebenarnya ingin melihat sejauh mana sejarah di Kota Tangerang. Memang di situs atau artikel-artikel sudah tertulis, tapi kami inginkan kebenaran, sekaligus menggali apa yang bisa dirawat,” tutur Kadis Disbudpar H. M. Noor, Jum’at ( 20/5/22) .

Melihat bangunan masjid tersebut seharusnya menghadap ke arah barat, tepatnya menghadap ke Sungai Cisadane. Namun, tak ada pintu masuk di bagian muka masjid itu, sedangkan di bagian muka masjid yang merupakan halaman utama terdapat sejumlah makam tua.

Dimana wilayah sekitar Kalipasir setiap tahun memasuki bulan Ramadhan tidak pernah meninggalkan dari neneng moyang mereka, memasuki bulan ramadhan masyarakat disekitar wilayah tersebut maupun dari luar wilayah mandi di sungai Cisadane diteruskan sholat sunnah di mesjid tersebut lalu ziarah ke makam yang didepan mesjid Jami Terlihat begitu kokohnya empat pilar berwarna hitam yang berdiri tepat di bagian tengah Masjid Jami Kalipasir.
Menurut keterangan, empat pilar itu sebenarnya tak memiliki arti khusus. Jumlah pilar yang ada pun juga tidak merepresentasikan apa pun.

Namun, ada yang menafsirkan empat pilar tersebut merepresentasikan sahabat Rasulullah SAW.
“Contoh, ini cuma contoh, ada orang mengatakan Khulafaur Rasyidin, yaitu Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali. Ada yang mengartikan ke situ. Silakan menafsirkan ke situ, tapi pilar ini tidak punya makna.

Sedang makam ada Tiga maqom tersebut, yakni pendiri Masjid Kalipasir, ulama dan umaro (pemimpin pemerintahan), serta masyarakat umum .Para pendiri masjid (yang dimakamkan di Masjid Kalipasir) di antaranya Tumenggung Aria Ramdon, meninggal tahun 1780, Aria Tumenggung Suta Dilaga, putra Tumenggung Aria Ramdon, dimakamkan di sini juga tahun 1823, dan pendiri pesantren putri pertama se-Jawa itu merupakan sepupu dari Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, seorang ulama Indonesia yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram, Kemudian umaro-nya, pemimpin pemerintahan, bupati Tangerang pertama dimakamkan di sini. Bernama Raden Akhyar Pena, itu bupati pertama Tangerang.

Noor mengungkapkan, nantinya bangunan yang bernilai sejarah yang berada di dekat Sungai Cisadane seperti Masjid Jami Kalipasir akan dijadikan sebagai wisata religi. Bahkan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Disperindag.

“Karena terus terang, kalau hanya kami tidak mungkin bisa kita tata rapi. Tentunya, semua stakeholder ini memang instruksi pimpinan dengan tujuan kita penataan,” lanjutnya.

Sumangku Getar seorang penggali sejarah Tangerang sekaligus sebagai Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Tangerang Sumangku Getar menambahkan, diperlukan keseriusan dalam mengembangkan potensi nilai sejarah Masjid Jami Kalipasir karena sebagai cikal bakal peradaban perjalanan Kota Tangerang.

“Sebuah langkah istimewa karena kunjungan ini berbarengan dengan tim peneliti dari Al-Azhar. Di mana, mereka dan timnya sedang melakukan penelitian terkait penyebaran Islam oleh Sunan Gunung Jati dan Fatahillah,” jelasnya.

Kata Sumangku, kebudayaan merupakan pondasi jati diri bangsa dan leluhur yang telah mendahului. Dia pun mengajak masyarakat Kota Tangerang, khususnya di sekitar wilayah berpotensi cagar budaya untuk turut terlibat merawat dan menjaga bangunan bersejarah.

“Mari membangun, menjaga, dan mempertahankan untuk menyampaikan pesan bagi generasi selanjutnya. Karena itu jangan dipinggirkan, apalagi dihilangkan,” pungkasnya. (Ayu)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *