Bupati Tangerang Dukung Pendidikan Antikorupsi untuk Penguatan Karakter Siswa

Bupati Tangerang Dukung Pendidikan Antikorupsi untuk Penguatan Karakter Siswa
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, JAKARTA – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi yang digelar di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Senin (11/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Maesyal Rasyid menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mendukung penuh program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dalam menjadikan pendidikan sebagai instrumen pembentukan karakter generasi bangsa sejak dini.

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Kami mendukung penuh dan siap menyukseskan program Kemendikdasmen yang menjadikan pendidikan sebagai bagian untuk menguatkan pembentukan karakter dan kepribadian bangsa di jenjang sekolah dasar dan menengah,” ujar Maesyal Rasyid.

Menurutnya, nilai-nilai kejujuran, budaya bersih, serta adab harus ditanamkan sejak dini tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Budaya jujur, bersih dan beradab itu harus dimulai sejak dini. Anak didik kita tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kurikulum sekolah tapi juga pengalaman dari lingkungan keluarga dan masyarakat,” tandasnya.

Ia berharap buku panduan tersebut dapat membantu para tenaga pendidik dalam memberikan metode pembelajaran yang lebih jelas terkait penanaman nilai antikorupsi kepada peserta didik.

“Dengan buku ini diharapkan para guru bisa mendapatkan gambaran dan arah yang lebih jelas untuk mengajarkan nilai-nilai kejujuran, budaya bersih dan anti korupsi yang bermuara pada pembentukan dan penguatan karakter bangsa,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya terus berupaya menjadikan sekolah sebagai role model pembentukan karakter dan budaya antikorupsi di semua jenjang pendidikan.

“Dengan peluncuran buku panduan tentang pendidikan antikorupsi ini, kami berkomitmen bahwa sekolah dapat menjadi model bagaimana budaya jujur, budaya bersih, budaya antikorupsi itu tidak sebatas hanya pengetahuan tapi menjadi budaya dan peradaban utama,” ungkap Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan, panduan pendidikan antikorupsi tersebut bukan sekadar buku, melainkan peta jalan strategis dalam membangun generasi yang berintegritas.

“Panduan pendidikan antikorupsi ini menyajikan peta kompetensi yang jelas serta langkah langkah implementatif, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menumbuhkan pendidikan antikorupsi yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Ketua KPK Komjen Pol. (Purn) Setyo Budiyanto yang turut hadir berharap pendidikan antikorupsi dapat memperkuat budaya jujur dan bersih sejak usia dini.

“Saya berharap bahwa untuk hari ini, esok dan masa depan, antikorupsi tidak dimulai dari ruang persidangan tapi dari ruang kelas. Anak cucu kita sejak dini sudah bisa memahami budaya hidup jujur dan bersih serta bagaimana proses pencegahannya,” harapnya. (Tuti)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *