Bupati Tulangbawang Terima Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan 

banner 468x60

SULUHNEWS.ID, TULANGBAWANG-Dr. Hj. Winarti SE.,MH Bupati Tulang Bawang menerima Kunjungan Kerja Menteri Kelautan Dan Perikanan RI Ir.Sakti Wahyu Trenggono ditambak Udang Bumi dipasena.Kec. Rawajitu Timur kab. Tulang Bawang Provinsi Lampung, Selasa(15/6/21).

Hadir dalam acara tersebut Plt. Dirjen Perikanan Budidaya, TB. Harry Rahayu , Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, SE, Deputi Bid. koordinasi sumberdaya Maritim Kemenko Kemaritiman dan Investasi Safri Burhanudin.

Sedangkan dari Provinsi Lampung Plt. asisten perekonomian dan pembangunan.Ir. Kusnardi, M.Agr., Ec.,Forkompinda Kabupaten Tulang Bawang, Ketua P3UW Suratman.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut revitalisasi menjadi solusi terbaik untuk terus meningkatkan produktivitas tambak udang Bumi Dipasena, yang merupakan salah satu kawasan tambak udang terbesar di Indonesia. Revitalisasi meliputi segala lini, mulai dari infrastruktur, penyediaan bahan baku budidaya, hingga pemasaran hasil produksi.

“Kalau revitalisasi mau, dengan metode dan manajemen baru. Kalau perlu manajemennya paguyuban. Maka ini akan menjadi salah satu industri tambak yang besar sekali,” ujar Menteri Trenggono saat berdialog dengan para pembudidaya Bumi Dipasena di Kantor Sekretariat Perhimpunan Petambak, Pembudidaya Udang Wilayah (P3UW) Lampung di Kecamatan Rawajitu.

Kawasan tambak Bumi Dipasena luasnya sekitar 6.800 hektare, terdiri dari 17.139 petak. Dengan rincian 14.609 petak di antaranya produktif dan sisanya tidak. Komoditas yang dibudidayakan hampir 100 persen udang vaname. Volume produksinya di rentang 30 sampai 70 ton per hari, dengan nilai ekonomi mencapai Rp1,08 triliun per tahun. Sementara jumlah masyarakat yang menggantungkan hidup dari kegiatan tersebut sebanyak 6.500 kepala keluarga.
Selain dari penjualan udang, perputaran uang di Bumi Dipasena dihasilkan oleh kebutuhan benur udang sebanyak 1,95 miliar ekor yang nilainya mencapai Rp 78,2 miliar per tahun. Kemudian pembelian pakan, obat-obatan, hingga pembelian es dengan nilai ekonomi hingga ratusan miliar rupiah per tahun.

Menteri Trenggono melanjutkan, revitalisasi tidak sebatas infrastruktur tapi juga proses produksi, pemenuhan bahan baku, hingga pemasaran hasil panen. Saat ini, kawasan tambak Bumi Dipasena belum dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tidak adanya hatchery, laboratorium, coldstorage, hingga pabrik es.
“Saya datang ke sini ingin mendengar, ingin belajar. Tapi perlu saya sampaikan, bahwa persyaratan budidaya yang baik itu, pertama air yang bagus, ada IPAL, lalu kincir. Kemudian infrastruktur lainnya sebagai pendukung seperti pabrik pakan yang bisa terus menerus memenuhi kebutuhan. Kedua hatchery untuk benih, yang ketiga ada laboratorium penyakit, dan keempat ada off-taker (pembeli) yang secara transparan. Satu lagi suplai energi. Itu terpenuhi baru akan mencapai produktivitas yang bagus,” bebernya.

Mengenai solusi revitalisasi yang disampaikan, Menteri Trenggono mengatakan penerapannya tentu perlu koordinasi dan diskusi lebih lanjut. Baik dengan perwakilan pembudidaya Bumi Dipasena, Pemda, maupun kementerian dan lembaga terkait.

“Kalau perlu nanti saya akan minta perwakilan pembudidaya untuk terbang ke Jakarta, kita diskusi intens. Saya juga akan minta tim Ditjen Perikanan Budidaya untuk intens ke sini untuk diskusi. Apabila itu disepakati, itu adalah langkah-langkah yang harus dijalankan,” pungkasnya.

Selain berdialog dengan pembudidaya, Menteri Trenggono meninjau langsung kawasan tambak untuk melakukan panen udang vaname.

Bupati Tulangbawang Dr.(Cand) Hj.Winarti menerangkan,Salah satu Faktor pendukung untuk pertumbuhan ekonomi di Tulang Bawang ini tidak luput dari pembangunan infrastruktur jalan.

Seperti jalan Nasional 61 KM dari simpang Penawar sampai Rawajitu selatan sudah proses pengerjaan.

Hj.winarti mengharapkan Pertumbuhan ekonomi disini semakin meningkat kedepannya,”Kita juga sudah mendengar penyampaian langsung oleh bapak menteri KKP solusi untuk memajukan petambakan udang di bumi Pasena ini,maka dari kita harus bergotong royong bersama-sama dengan semua yang punya kepentingan disini ,bekerja sama dan saling menguntungkan petambakan,”tutur Bupati Hj.Winarti.

Lanjutnya Bupati sangat  berterima kasih atas bantuan berupa 1 unit excavator yang diberikan kepada P3UW dan mengapresiasi, kedatangan Bapak menteri KKP dan ketua komisi IV DPR RI yang sudah datang mendengarkan Aspirasi dan mensupport para petambak bumi Pasena ini,katanya.(tar)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *