SULUHNEWS.ID, JAKARTA BARAT — Program Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, terus menunjukkan perkembangan pesat. Berdasarkan data terbaru hingga pertengahan Oktober 2025, sudah 96.987 warga yang berhasil mengaktifkan IKD. Angka tersebut setara dengan 28,54 persen dari total 339.823 warga yang menjadi target tahun ini.
Kepala Sektor Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kecamatan Kalideres, Fadtheland Mustofa, menjelaskan bahwa target tahunan untuk wilayahnya ditetapkan sebesar 30 persen dari total penduduk yang telah memiliki KTP elektronik (KTP-el). Dengan begitu, target aktivasi IKD di Kalideres tahun ini mencapai 101.947 orang.
“Sejak awal tahun kami rutin mendekatkan layanan ke masyarakat dengan datang langsung ke berbagai tempat, seperti lingkungan perumahan, sekolah, perkantoran, hingga pusat perbelanjaan. Tujuannya agar warga lebih mudah dan tidak perlu datang ke kantor kecamatan,” ujar Fadtheland, Sabtu (18/10)
Ia menambahkan, upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat proses digitalisasi layanan administrasi kependudukan sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Ini bagian dari program nasional untuk mendorong transformasi digital dalam pelayanan publik. Harapannya, semua warga bisa beralih ke identitas digital yang lebih aman dan efisien,” katanya.
Hingga kini, dari total target tahunan, tersisa sekitar 4.960 warga atau 1,46 persen yang belum melakukan aktivasi. Fadtheland optimistis target tersebut dapat tercapai bahkan terlampaui sebelum akhir tahun. “Tim kami terus bergerak setiap hari. Kalau realisasi bisa lebih dari 100 persen, itu akan menjadi pencapaian tambahan atau tabungan untuk tahun depan,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu warga Kalideres, Yuliana (29), yang baru saja mengaktifkan IKD di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Daan Mogot, mengaku puas dengan pelayanan petugas Dukcapil. “Prosesnya cepat banget, cuma beberapa menit sudah selesai. Petugasnya juga sabar menjelaskan. Sekarang semua data kependudukan saya sudah ada di HP, jadi kalau butuh apa-apa tinggal buka aplikasi,” ujarnya.
Tak hanya Yuliana, beberapa warga lain juga mengaku kini mulai paham manfaat IKD. Selain lebih praktis, identitas digital dinilai membantu mengurangi risiko kehilangan KTP fisik. Beberapa warga juga berharap layanan serupa bisa dilakukan lebih sering di tempat umum agar semakin banyak masyarakat yang bisa ikut aktivasi.
Dengan capaian yang hampir mencapai target dan meningkatnya partisipasi warga, Kecamatan Kalideres menjadi salah satu wilayah di Jakarta Barat yang tercepat dalam penerapan Identitas Kependudukan Digital. Pemerintah setempat berkomitmen terus mempermudah akses layanan kependudukan digital sejalan dengan program nasional menuju pelayanan publik yang lebih modern dan efisien. (m3safira)







