Dewan Kehormatan PWI Mendorong Wartawan Lakukan Investigasi Soal Bentrok di Tol Cikampek

banner 468x60

SULUHNEWS.ID, JAKARTA – Bentrokan berdarah pecah di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin, 7 Desember 2020 dini hari WIB.
Tragedi bentrokan  yang terjadi antara pihak Kepolisian dan pengawal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut menewaskan enam orang pengawal Habib Rizieq Shihab.

Terkait hal tersebut , Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mendorong wartawan untuk melakukan penelusuran dan investigasi guna mengungkapkan kasus kematian enam orang pengawal Habib Rizieq Shihab.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Ilham Bintang menegaskan bahwa pihaknya perlu membuat pernyataan tersebut untuk mengurangi keraguan wartawan dalam mengungkap kebenaran, terkait bentrokan berdarah tersebut.

“Pernyataan ini perlu untuk mengurangi keraguan wartawan dan media dalam melakukan investigasi terhadap peristiwa tol Cikampek,” katanya pada Selasa, 8 Dessember 2020 di Jakarta.

Disampaikan Ilham, bahwa langkah wartawan untuk mengungkap peristiwa berdarah yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 tersebut untuk menjalankan fungsi pers sesuai UU Nomor 40/1999 tentang Pers dan Kode Etik Wartawan Indonesia.

“Semangat kita menjaga kemerdekaan pers, menaati kode etik dan kode perilaku wartawan,” kata anggota Dewan Kehormatan PWI, Asro Kamal Rokan.

Disamping itu, anggota Dewan Kehormatan PWI yang lain, Tri Agung, menjelaskan dalam buku ‘Sembilan Elemen Jurnalisme: Apa yang Seharusnya Diketahui Wartawan dan Yang Diharapkan Publik’.

Selain itu, Tri Agung juga menjelaskan perihal dua guru jurnalislistik, Bill Kovach dan Tom Rosenstiel mengingatkan elemen dasar jurnalistik yang seharusnya dipatuhi seorang wartawan.

Elemen tersebut disampaikan, bahwa pada perkembangannya bertambah menjadi 10, dengan masuknya jurnalisme warga.
Namun, hal utama yang tidak boleh dilupakan wartawan yakni kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran.

Selain itu, Kovach dan Rosenstiel, menurut Tri Agung mengingatkan pula loyalitas pertama jurnalisme tersebut pada warga dan wartawan seharusnya berdisiplin dalam melakukan verifikasi data dan informasi yang diperolehnya

Lebih lanjut, Agung menerangkan bahwa bertanggung jawab pada publik juga tidak boleh ditinggalkan.

Disampaikan oleh Agung bahwa wartawan harus menjaga jarak yang sama terhadap narasumbernya, dan menjadi pemantau yang independen terhadap kekuasaan.(her)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *