SULUHNEWS ID, KABUPATEN TANGERANG – Adanya himbauan dari kementrian Sosial terkait penyaluran Bantuan Sembako Pangan (BSP) yang sebelumnya di sebut BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dimana KPM mendapatkan bantuan dana tunai dari Kementrian Sosial yang di bagikan oleh pihak PT Pos Persero sebesar 600 Ribu Rupiah untuk di belanjakan bahan pokok sesuai keperluan KPM dan di bebaskan di warung mana saja tanpa ada intimidasi pihak desa atau pihak manapun ternyata cuma hisapan jempol belaka .
Faktanya masih ada saja di beberapa desa yang melakukan intimidasi kepada KPM untuk di arahkan ke salah satu warung dengan modus memotong anggaran yang di dapat KPM sebesar 200 ribu rupiah dan diganti dengan sembako dari salah satu warung oleh oknum aparat desa. Seperti halnya pemberitaan yang viral di salah satu media online prihal pembagian bantuan BSP Kemensos di desa Pondok kelor kecamatan sepatan timur.
Terkait hal tersebut awak media Suluhnews menindaklanjuti dengan menghubungi Kabid Fakir Miskin Kabupaten Tangerang melalui
via WhatsApp.
Euis Kabid Fakir Miskin saat di konfirmasi mengatakan, “Terkait hal tersebut dirinya meminta warga untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak satgas bansos dinsos agar bisa ditindak lanjut, karena bantuan yang di berikan kemensos merupakan bantuan tunai dan KPM bebas berbelanja di mana saja tanpa ada paksaan”.
“Buat saja laporannya ke satgas bansos dinsos biar bisa di tindak lanjuti,” ujar Euis Kabid FM dinsos Kabupaten Tangerang, Kamis (3/3/2022).
Lanjut Euis, “Karena bantuan berbentuk tunai, jadi KPM bebas berbelanja di toko manapun tidak boleh ada paksaan,” tutup Euis.
Sementara Asep Nurman Jaenudin camat sepatan timur saat di konfirmasi melalui via WhatsApp nya mengatakan, Terimakasih atas informasinya dan informasi ini akan segera kami telusuri untuk di tindak lanjuti karena belum ada kronologi yang komprehensif tentang hal tersebut. (Tuti)







