SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Dalam strategi percepatan penurunan stunting, Pemkot Tangerang turut fokus mengedepankan langkah pencegahan sejak dini. Tidak hanya fokus pada penanganan balita yang telah mengalami stunting, berbagai program kini diarahkan untuk mencegah munculnya stunting baru di masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menjelaskan, penanganan stunting saat ini telah bergeser dari pendekatan kuratif menjadi preventif. Langkah tersebut dilakukan karena stunting merupakan kondisi yang dapat dicegah apabila intervensi dilakukan sejak awal kehidupan.
“Fokus kami sekarang adalah jangan sampai ada anak dengan stunting baru. Oleh karena itu, berbagai upaya yang dilakukan tidak hanya menyasar balita, tetapi dimulai sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga anak usia balita,” tutur dr. Dini, Kamis (11/6/26).
Ia menjelaskan, pencegahan stunting dimulai dari kelompok remaja melalui upaya pencegahan anemia. Pemerintah Kota Tangerang secara rutin memberikan edukasi gizi dan tablet tambah darah kepada remaja putri melalui program yang dijalankan di sekolah-sekolah.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi seribu hari pertama kehidupan sangat menentukan. Jika sejak remaja seorang perempuan mengalami anemia, maka risiko saat kehamilan juga meningkat dan dapat berdampak pada tumbuh kembang anak,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang juga menjalankan Program Pengantin Sehat yang mewajibkan calon pengantin melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan calon orang tua berada dalam kondisi kesehatan yang optimal sebelum memasuki masa kehamilan.
Pada fase kehamilan, Pemerintah Kota Tangerang menyediakan layanan pemeriksaan antenatal care (ANC) gratis minimal enam kali dimana dua kalonya dilakukan USG gratis di fasilitas kesehatan pemerintah.
“Tidak berhenti sampai di sana, upaya pencegahan stunting juga dilanjutkan pada masa bayi dan balita melalui pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, imunisasi lengkap, pemantauan pertumbuhan rutin di posyandu, hingga pemberian makanan tambahan bagi anak yang mengalami risiko gizi kurang,” papar dr. Dini.
Sebagai informasi, stunting bukanlah kondisi yang terjadi secara tiba-tiba, melainkan proses yang berlangsung dalam jangka waktu panjang. Karena itu, deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya kasus baru.
Melalui pendekatan yang menyeluruh dari hulu hingga hilir tersebut, Pemerintah Kota Tangerang optimistis mampu mempertahankan tren penurunan stunting sekaligus mewujudkan generasi yang sehat, unggul, dan berkualitas di masa depan. (myl)







