SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan stunting. Selain bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Pemkot Tangerang juga menyiapkan keterlibatan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni mengatakan, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Kekhawatirannya bukan hanya persoalan pola asuh, tetapi juga faktor ekonomi. Kalau pola asuh bisa kita ajarkan, tetapi kalau kendalanya ekonomi tentu harus ada pihak lain yang membantu,” ujar dr. Dini, Selasa (23/6/26).
Menurut dr. Dini, anak-anak dengan kondisi stunting tidak hanya membutuhkan makanan tambahan, tetapi juga dukungan pemenuhan kebutuhan gizi sehari-hari agar proses tumbuh kembangnya dapat berjalan optimal.
Saat ini, Pemerintah Kota Tangerang telah menyediakan sistem rujukan ke rumah sakit bagi anak-anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Ke depan, kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus diperluas agar intervensi yang diberikan semakin maksimal.
“Penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar peluang kita mencegah munculnya kasus stunting baru,” tutupnya.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang pun mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi, hingga dunia usaha untuk bersama-sama mendukung terwujudnya generasi Kota Tangerang yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (Ahmad)







