Dukung Pelayanan Ramah Disabilitas, Dinsos Kota Tangerang Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat

Dukung Pelayanan Ramah Disabilitas, Dinsos Kota Tangerang Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat.
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pelayanan publik yang ramah dan inklusif bagi seluruh masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan bahasa isyarat bagi petugas pelayanan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi lintas sektor yang digelar Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang selama dua hari di Aula Kantor Dinsos, Rabu (10/6/2026).

Pelatihan tersebut menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kemampuan aparatur dalam memberikan pelayanan yang setara bagi masyarakat penyandang disabilitas, khususnya penyandang tuli yang membutuhkan akses komunikasi yang lebih mudah saat mengakses layanan publik.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih inklusif di seluruh unit pelayanan pemerintah.

“Pada hari kedua ini, kami melaksanakan pelatihan bahasa isyarat untuk mendukung proses pelayanan di seluruh OPD. Harapannya, pelayanan kepada masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, dapat semakin prima,” ujar Acep.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai OPD, kecamatan, hingga instansi vertikal yang memiliki intensitas tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain jajaran Pemkot Tangerang, kegiatan ini juga diikuti perwakilan dari Pengadilan Negeri dan Polres Metro Tangerang Kota.

Menurut Acep, kemampuan dasar bahasa isyarat menjadi keterampilan yang penting dimiliki petugas pelayanan agar komunikasi dengan penyandang tuli dapat berlangsung lebih efektif.

“Kita sering menjumpai masyarakat berkebutuhan khusus, khususnya penyandang tuli, di lapangan. Melalui pelatihan ini, setidaknya petugas memiliki kemampuan dasar untuk memahami apa yang dibutuhkan masyarakat dan dapat memberikan pelayanan dengan lebih baik,” jelasnya.

Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Mereka mendapatkan pembekalan dasar bahasa isyarat yang dapat diterapkan langsung dalam pelayanan sehari-hari.

Salah satu peserta, Budi Purnomo dari Kecamatan Ciledug, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat bagi petugas pelayanan publik.

“Menurut saya ini sangat bermanfaat dan menjadi pengalaman pertama yang berharga. Sebagai petugas pelayanan, kita harus bisa memahami masyarakat dengan berbagai kondisi, termasuk penyandang disabilitas. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Arum Listiyana Cahyani, petugas pelayanan SKCK dari Polres Metro Tangerang Kota. Menurutnya, kemampuan berbahasa isyarat akan membantu petugas memberikan pelayanan yang lebih cepat dan nyaman bagi masyarakat penyandang tuli.

“Kalau ada pemohon yang datang ke loket dan menggunakan bahasa isyarat, setidaknya kami sudah memiliki bekal untuk memahami apa yang ingin disampaikan. Ini tentu akan mempermudah komunikasi dan pelayanan,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, Pemkot Tangerang berharap semakin banyak aparatur yang memiliki kemampuan komunikasi dasar dengan penyandang disabilitas sehingga pelayanan publik yang inklusif dapat terwujud secara nyata di seluruh lini pelayanan. (Ahmad)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *