SULUHNEWS.ID, JAKARTA BARAT – Langit Jakarta semalam dipenuhi pemandangan langka. Gerhana Bulan Total atau Blood Moon berlangsung, mulai Minggu (7/9/2025) malam hingga Senin (8/9/2025) dini hari, dengan puncaknya sekitar pukul 00.30–01.52 WIB.
Fenomena ini tidak hanya bisa dilihat dari Jakarta, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia serta sejumlah negara di Asia, Afrika, Australia, hingga Eropa. Namun, di Papua bagian timur, warga tidak dapat melihat akhir gerhana, karena Bulan sudah tenggelam saat Matahari terbit.
Menurut data BMKG, puncak gerhana terjadi pada pukul 01.11 WIB, 02.11 WITA, atau 03.11 WIT. Adapun durasi gerhana total berlangsung sekitar 1 jam 22 menit 6 detik sejak awal hingga berakhirnya fase total. Fenomena ini bisa diamati langsung dengan mata telanjang selama cuaca cerah.
Bulan tampak berwarna merah karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi hanya menyisakan gelombang merah oranye untuk sampai ke permukaan Bulan. Itulah yang membuat fenomena ini dikenal dengan sebutan Blood Moon.
“Bulan kelihatan besar dan merah, indah juga. Saya sampai pakai stetoskop buat lihat sekalian saya videoin,” ujar Fauzi (24), salah satu warga yang menyaksikan fenomena gerhana Bulan total.
Fenomena gerhana Bulan total aman diamati dengan mata telanjang tanpa peralatan khusus. Banyak warga Jakarta mengabadikan momen tersebut dengan kamera maupun ponsel.
Gerhana Bulan total kali ini bukan hanya tontonan indah, tetapi juga pengingat bahwa alam semesta menyimpan banyak keajaiban. Bagi warga Jakarta dan daerah lain yang berkesempatan menyaksikannya, momen ini akan menjadi kenangan berharga, karena gerhana Bulan total berikutnya baru akan terjadi beberapa tahun mendatang.(m3widya)







