SULUHNEWS.ID, KABUPATEN TANGERANG – Warga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang tersangkut di batang pohon di Muara Kali Adem, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat ditemukan, jasad tersebut mengenakan pakaian putih berlogo Pondok Pesantren Al-Mutazam, celana abu-abu, ikat pinggang, serta membawa tas berwarna krem bertuliskan “NIZAM”. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, warga menduga korban merupakan seorang pelajar.
Kanit Reskrim Polsek Mauk, Polresta Tangerang, Ipda Aji Solehudin membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang kemudian melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas Desa.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Tangerang dan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
“Benar, ada ditemukan mayat pria tersangkut kayu di Muara Kali Adem dekat sekolah pelayaran (BP2IP). Kita sudah evakuasi dan bawa ke RSUD Balaraja untuk dilakukan visum,” kata Kanit Reskrim Polsek Mauk, Ipda Aji Solehudin dikonfirmasi pada Jumat (10/4/2026).
Lebih lanjut, Aji mengungkapkan bahwa korban telah teridentifikasi sebagai seorang pelajar berinisial NAW, warga Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.
Selain itu, pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka di bagian dada serta tangan sebelah kanan. Tidak jauh dari lokasi kejadian, petugas juga menemukan sepeda motor jenis Honda Scoopy berwarna hitam merah dalam kondisi terkunci stang yang diduga milik korban.
“Ada luka pada bagian tubuh korban dan tidak jauh dari TKP juga ditemukan sepeda motor merk Honda Scoopy warna hitam merah dengan kondisi terkunci stang diduga milik korban,” ujarnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap penyebab kematian korban, termasuk dengan memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Mohon doanya kita sedang lakukan lidik (penyelidikan) dan mintai keterangan saksi-saksi. Semoga segera bisa mengungkap penyebab kematian pelajar yang nahas tersebut,” pungkasnya. (Tuti)







