SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Peran Humas Polri tidak hanya sebatas pada penyampaian informasi, tetapi juga menjadi jembatan antara institusi kepolisian dengan masyarakat, termasuk dalam upaya pembinaan generasi muda Indonesia. Bapak Agustino Imam A, salah satu Humas Polsek Kota Tangerang, menegaskan pentingnya pendekatan edukatif kepada pelajar sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.
“Fungsi Humas bukan hanya menyampaikan informasi dari pimpinan ke publik, tapi juga menyerap aspirasi masyarakat dan menjembataninya kepada pimpinan untuk kemudian disampaikan kembali setelah melalui proses sesuai SOP,” ujar Bapak Agustino selaku Humas Polri dalam wawancara.
Dirinya menjelaskan bahwa salah satu tugas penting Humas adalah mengedukasi masyarakat, terutama para pelajar, melalui program-program sosialisasi di sekolah. Sosialisasi tersebut mencakup pengenalan hukum, bahaya narkoba, rambu-rambu lalu lintas, dan pencegahan kenakalan remaja dan lainnya.
“Sekarang Polri sudah banyak turun ke sekolah-sekolah, dari tingkat TK hingga SMA/MA/SMK, untuk memberikan penyuluhan terkait rambu lalu lintas, hukum, serta bahaya kenakalan remaja,” jelasnya.
Bapak Agustino juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam pengawasan anak, terutama pada malam hari.
“Kalau sudah lewat pukul 10 malam, anak-anak seharusnya tidak lagi berkeliaran. Alasan kerja kelompok atau lainnya bisa dilakukan esok hari. Pengawasan orang tua sangat penting, termasuk penggunaan media sosial dan handphone,” tegasnya.
Dalam menghadapi maraknya kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, Bapak Agustino mengakui bahwa tantangan kepolisian cukup besar.
Selain menjalankan tugasnya sebagai anggota Humas, Bapak Agustino juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan media serta publik.
“Segala informasi yang kami sampaikan kepada media telah melalui persetujuan pimpinan. Hubungan dengan rekan media harus dijaga dengan baik.” ucapnya.
Dalam pesannya kepada generasi muda yang bercita-cita menjadi polisi, Bapak Agustino memberi motivasi agar tidak mudah menyerah.
Sebagai penutup, Bapak Agustino Imam A dengan Tingkat Brigadir Polisi Kepala (BRIPKA) kelahiran 10 Agustus 1987 ini berharap dapat terus menjalankan amanah sebagai polisi yang baik, sehat, dan dekat dengan masyarakat.
“Setiap tugas harus dijalani dengan tanggung jawab. Di luar dinas, saya lebih memilih kumpul bersama keluarga daripada keluyuran, dan pesan terakhirnya yang dicerna yang baik dan dibuang yang tidak baik” tutupnya. (m3widya)







