SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Untuk kesekian kali Management KPJ (Komunitas Peduli Jenazah) Institute, Mesjid Raya Pondok Indah, melakukan kegiatan roadshownya, seperti di Masjid As Salam Komplek Duta Bintaro, Kunciran Kec.Pinang pada Minggu (11/12/22).
Wakil Ketua DKM Masjid As Salam, H. Hambali memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dari jama’ah yang hadir.
“Alhamdulillah ada 38 jama’ah laki laki dan 7 perempuan hadir sebagai peserta pelatihan pemuliaan jenazah pada siang hari ini dengan nara sumber utama dari Pembina sekaligus Ketua KPJ Institute Dr (HC ) H. Rusmono HY, S.Pd.I,” ujarnya.
Selanjutnya H.Salam berharap, agar peserta dapat mengaplikasikannya di lingkungannya masing-masing.
“Semoga para jama’ah semuanya ikhlas untuk kegiatan ini, diberikan keberkahan dalam mendapatkan ilmu pengetahuan serta diaplikasikan di lingkungannya,” tambah H. Salam.
Rusmono HY dalam pemaparannya menjelaskan, bahwa memandikan, mengkafani jenazah itu sebenarnya gampang, simple dan mudah, langsung di peragakan, 1 (satu) jam juga langsung bisa, dijamin pokoknya,” kata Rusmono.
Kita semua tahu, tentang ibadah mandi wajib, semua pernah dan sering melakukan mandi wajib.
“Prinsipnya sama yaitu mandi hanya niat dan meratakan air ke seluruh tubuh,” imbuhnya.
Demikian juga mengkafani, sebatas membungkus untuk menutupi seluruh tubuh. Semua kan sudah biasa mandi dan membungkus. Inilah yang akan kita bahas dan pelajari satu satu.
“Memandikan dan mengkafani jenazah itu, yang sering terjadi di masyarakat adalah orang menjadi takut, ogah dan jijik mengurus jenazah, karena kebanyakan kita mengira itu semua adalah bukan kewajiban nya, dianggap sebagai kewajiban amil jenazah, pengurus jenazah, padahal semua itu adalah tanggung jawab kita semua sebagai seorang muslim,” sebutnya.
Kenapa harus dibebankan ke amil dan pengurus, sedangkan kita juga mempunyai kewajiban. Inilah mindset lama, mindset berpikir yang salah dan selama ini yang terjadi di masyarakat.
Untuk itu H. Rusmono memberikan tips, agar kita merasa punya kewajiban memandikan jenazah ya minimal mengurus jenazah keluarga sendiri.
“Harapannya, para peserta pelatihan, akan menjadi berani bahkan menjadi ‘suka’ mengurus dan memuliakan jenazah. Karena mengurus jenazah adalah kemuliaan yang sangat luar biasa. Sepanjang memperhatikan ketentuan ketentuan syariat tentunya,” tutup nya.
Hidayat, peraga dalam pelatihan pemuliaan jenazah, merasa sangat bersyukur bahwa siang hari ini bisa mengikuti kegiatan ini.
“Kami dapat belajar langsung kepada yang berpengalaman sangat piawai dalam memberikan materi dan prakteknya, membuat para jama’ah betah dan bisa langsung paham,” tuturnya.
Salah satu peserta Bang Ti’ul, amil yang dari Pondok Jagung Timur juga berterima kasih kepada seluruh tim KPJ Institute.
“Semoga segala ilmu yang telah diberikan kepada kami di masjid As Salam Duta Bintaro, menjadi lebih barokah dan terima kasih kepada KPJ” katanya.
Acara dilanjutkan dengan praktek mengkafani jenazah, untuk laki laki di pandu oleh Ustadz Cak Nor dan untuk perempuan oleh Ustadzah Siti Aminah, yang keduanya juga alumni dari KPJ Institute, juga dari Tim Amil Tangerang Selatan. (Adi)







