Lokakarya Perempuan Menulis Hadirkan Literasi Anak dan Cita Rasa Kuliner Lokal

Lokakarya Perempuan Menulis Hadirkan Literasi Anak dan Cita Rasa Kuliner Lokal.
Lokakarya Perempuan Menulis Hadirkan Literasi Anak dan Cita Rasa Kuliner Lokal.
banner 468x60

SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG — Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII menggelar Lokakarya Perempuan Menulis di Perpustakaan Daerah Kota Tangerang pada Sabtu, 13 September 2025.

Kegiatan ini ditujukan bagi perempuan berusia 12–50 tahun dari wilayah Tangerang Raya dan DKI Jakarta yang ingin mengasah keterampilan menulis. Peserta berusia 12–15 tahun diwajibkan hadir bersama orang tua.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Lokakarya ini memadukan pelatihan menulis cerita anak dengan eksplorasi literasi kuliner khas Tangerang. Para peserta mendapat materi praktik menulis, kunjungan ke lokasi kuliner, hingga kesempatan membukukan karya mereka. Seluruh peserta juga memperoleh sertifikat elektronik sebagai bentuk apresiasi.

Selain mengasah keterampilan menulis, kegiatan ini membuka ruang pertemuan lintas generasi. Peserta datang dari latar belakang beragam, mulai dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga pekerja muda. Hal ini menunjukkan bahwa minat menulis dapat digeluti siapa saja, tanpa batasan profesi maupun usia.

Menariknya, peserta juga diajak menjelajahi sejumlah titik kuliner ikonik di Kota Tangerang sebagai bahan pengayaan tulisan. Mereka mengunjungi produksi Dodol Ny. Lauw-Lauw yang legendaris, Taman Laksa sebagai ruang publik sekaligus ikon kuliner khas, Pasar Lama Tangerang yang terkenal dengan jajanan tradisionalnya, hingga pabrik Kecap SH yang menjadi bagian dari sejarah kuliner lokal. Dari kunjungan ini, peserta tidak hanya mencatat rasa dan cerita, tetapi juga merekam jejak budaya yang melekat pada setiap hidangan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. “Menulis bukan hanya sarana berekspresi, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya. Dengan literasi kuliner lokal, anak-anak dan generasi muda bisa lebih mengenal identitas kotanya sekaligus melahirkan karya yang bermanfaat,” ujarnya.

Salah satu peserta, Piska, warga Kota Tangerang, menilai kegiatan ini memberi pengalaman berharga.
“Menulis itu bukan cuma sekali dua kali, tapi bisa sampai akhir hayat. Apalagi tujuannya mengedukasi adik-adik sebagai generasi penerus agar mengenal kuliner sekaligus belajar menulis. Manfaatnya banyak, mulai dari relasi, pengalaman, sampai tantangan baru,” ucapnya.

Melalui Lokakarya Perempuan Menulis, penyelenggara berharap lahir penulis-penulis baru yang mampu memperkaya literasi anak, memperkuat jejaring perempuan penulis, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap kuliner dan budaya lokal Tangerang.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis, tetapi juga dengan merawat identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. (m3safira)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *