SULUHNEWS.ID SERANG--Ditjen pertanian tahun 2020 ini menyalurkan bantuan ternak ke beberapa provinsi, untuk provinsi Banten disiapkan sebanyak 6775 ekor. Informasi ini termuat, seperti dilansir website kementan.go.id, Kegiatan dan Anggaran Ditjen PKH, Target Akseptor 2020.
Program bantuan hewan kerbau yang berasal dari Kementan untuk poktan di 2 kecamatan yakni, Padarincang dan Cinangka kabupaten Serang Banten ini diduga ada pemotongan.
Berdasarkan penulusuran media suluh news,id, Pemotongan diduga dilakukan oleh petugas bagian lapangan dari Dinas Pertanian kabupaten Serang yang bertugas mengawal dilapangan.
Saat Suluhnews.id. mendatangi lokasi kandang hewan kerbau milik poktan di wilayah Padarincang, 4 orang anggota yang mengurus ternak kerbau menceritakan bahwa pemotongan yang diminta petugas dinas adalah 20 persen dari nominal bantuan. “Seandainya tidak ada potongan, mungkin bisa beli kerbau yang bagus. Tetapi karena potongan itu, hanya bisa beli 8 ekor kerbau yang kurus kurus”, katanya.
Masih dalam obrolan, anggota bercerita, kalau jumlah bantuan yang diterima itu sebesar Rp 200 juta. Digunakan untuk pembelian 8 kerbau, masing masing seharga Rp 12 jt perekor dan untuk membangun kandang, habis kurang lebih Rp 20 jt.
Adapun oknum dari dinas yang mengawal program ini, yang terekam Suluhnews.id.adalah orang dengan inisial Jr. Dimana Jr ini disinyalir hanya kepanjangan atasannya,”Yang datang membawa info ketika awal dan melakukan pengawalan program bantuan, baik saat pencairan maupun pengawasan hingga kini yaitu si ‘Jr”, katanya dalam obrolan.
Sementara menurut salah seorang penggiat lingkungan, warga Batu Kuwung Padarincang yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, kalau bantuan hewan kerbau untuk poktan ini ada 4 kelompok, 2 di kecamatan Padarincang dan 2 lagi di Cinangka. “Kalau saya dengar, poktan yang mendapatkan bantuan kerbau itu ada 4, di Padarincang 2 yaitu di kampung Wangun desa Batu Kuwung ketuanya H.Sangsang dan satunya di Sukamaju desa Citasuk ketuanya Ust. Nasikin. Sedang di Cinangka kurang hapal, dicek saja sendiri ke Cinangka”, ujarnya.
Ketua poktan dikecamatan Cinangka, Wawan, saat ditemui mengakui kalau kelompoknya bulan agustus 2020 ini mendapat bantuan kerbau dari dinas, Hanya saja dirinya sibuk persiapan nikahan kelurga sehingga tidak bisa luas membicarakannya.
Ditempat berbeda, seorang ketua poktan yang menolak disebutkan namanya mengungkapkan, bahwa poktannya dapat tawaran program bantuan kerbau ini. Dia mengatakan akan mendapatkan bantuan dari dinas 15 ekor ķerbau. Tetapi dirinya masih menimbang nimbang, biar poktan lain saja dulu. “Saya masih mempertimbangkan penawaran ini, biar yang lain saja. Kalau lancar tahun depan baru akan menerimanya”, katanya.
Program bantuan ternak seperti kerbau ini tahun 2016 yang lalu juga pernah diturunkan dengan nama Program unit pengolahan pupuk organik (UPO) hanya jenis ternaknya berupa sapi dengan mekanisme dan sasaran yang sama tetapi nominal berbeda. Hal ini bisa dilihat seperti diekspose media Program UPO APBN Diduga Salah Aturan https://riaumandiri.haluan.co/read/detail/33325/program–upo–apbn-diduga-salah-aturan.
Dilain pihak, ketika mendengar berita ini, Muheri, anggota dari DPP LSM Front Pemantau Kriminal (FPK), geram dan meminta aparat penegak hukum mengusut oknum dinas yang melakukan pemotongan. Perbuatan memotong uang bantuan petani adalah pungli yang berdampak merugikan dan menyengsarakan petani, dampak langsugnya lihat saja kegiatan terkendala, dana kurang mencukupi. dan pungli ini juga jelas membahayakan kehidupan berbangsa bernegara. Negara kita yang tengah membutuhkan biaya penanganan pandemi covid 19, ini malah dengan mudah mengambil pungutan untuk kepentingan pribadi dan konconya.
“Saya minta kepada penegak hukum, sikat tuntas oknum pegawai dinas nakal yang melakukan pungli, dinas mana dan apa saja, mau dikabupaten, provinsi atau kementrian, semuanya harus diusut karena pungli benar benar perbuatan membahayakan dan merusak tatanan perekonomian negara”, ulasnya. (Arip)







