SULUHNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Diguyur hujan dalam beberapa hari belakangan terakhir mengakibatkan debet air di sungai Cisadane meningkat di tambah lagi dengan air kiriman dari dataran tinggi di wilayah Bogor yang mengakibatkan terjadi nya banjir di hilir sungai di wilayah Tangerang dan sekitarnya ,Seperti yang terjadi di wilayah Panunggangan Barat mengalami banjir karena meningkatnya debet air.
Tubagus Saptani Suria SE, ME tokoh pemuda Tangerang menilai, menurutnya terkait makam syekh Buyut Jenggot yang banyak mengandung nilai sejarah pada Zamannya yang saat ini sedang dalam penelitian dari pihak tim Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten, agar bisa ditetapkan sebagai cagar budaya, sementara di sisi lain disekitar makam tersebut sedang ada pembangunan oleh para pengembang yang ijin bangunan si pengembang juga perlu dievaluasi, kata TB Saptani ,Senen (19/9/22).
TB.Sapatni mengjelaskan,Di karenakan meningkatnya debet air yang mengakibatkan Banjir kali Cisadane, air merangsek hingga ke makam karena wilayah yang lainnya oleh pengembang tanahnya ditinggikan, mengakibatkan air meluap ke kali kecil dan mengakibatkan hampir mau terendam makam syekh buyut Jenggot,jelasnya.
Biasanya kalau air itu sampai hingga ke makam syekh Buyut Jenggot maka kantor kelurahan Panunggangan Barat dan ponpes Ust Hambali, sekitaran Panunggangan yang bawah akan kerendam, Akan tetapi pada kasus kasus banjir kali ini, kantor kelurahan Panunggangan Barat maupun lainnya tidak terendam ,artinya memang adanya kesengajaan, tutur Saptani.
Dari awal dirinya melihat ada dugaan pengembang sengaja ingin menggusur makam syekh Buyut Jenggot itu, karena makam tersebut mau di boldoser pun tidak bisa, maka nya pengembamg memakai cara lain yaitu dengan membuat kanal yang melintasi makam agar terjadi abrasi dengan cara itu dapat merelokasi makam syekh Buyut Jenggot,katanya. (Dul)







